Program Pinjaman Langsung Federal () adalah inisiatif pemerintah Amerika Serikat yang menyediakan pinjaman pendidikan langsung kepada mahasiswa dan orang tua yang memenuhi syarat untuk membantu menutupi biaya pendidikan pasca-sekolah menengah. Program ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan AS melalui Office of Federal Student Aid (FSA), yang mengawasi pemrosesan, pencairan, dan pelunasan pinjaman federal [1]. Pinjaman ditawarkan dalam berbagai jenis, termasuk Direct Subsidized Loans, di mana pemerintah membayar bunga selama mahasiswa terdaftar penuh waktu atau setengah waktu, masa tenggang, dan masa penangguhan; Direct Unsubsidized Loans, yang tersedia tanpa memandang kebutuhan finansial tetapi bunga mulai berakumulasi sejak pencairan; serta Direct PLUS Loans untuk mahasiswa pascasarjana dan orang tua mahasiswa sarjana. Untuk mengajukan pinjaman ini, calon peminjam harus mengisi Free Application for Federal Student Aid (FAFSA), yang digunakan untuk menentukan kebutuhan finansial dan kelayakan bantuan pendidikan. Program ini menggantikan Federal Family Education Loan (FFEL) Program pada tahun 2010 melalui Health Care and Education Reconciliation Act of 2010, beralih ke sistem pinjaman langsung penuh untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya bagi pembayar pajak [2]. Peminjam memiliki akses ke berbagai opsi pelunasan, termasuk rencana berbasis pendapatan seperti SAVE Plan, serta program pengampunan pinjaman seperti Public Service Loan Forgiveness (PSLF) setelah 120 pembayaran kualifikasi. Pengelolaan sehari-hari pinjaman dilakukan oleh perusahaan penagih pinjaman federal, seperti , , dan , yang diawasi oleh Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) dan Government Accountability Office (GAO) untuk memastikan kepatuhan dan perlindungan peminjam [3]. Perubahan kebijakan terbaru, termasuk penundaan koleksi wajib hingga 2026 dan reformasi rencana pelunasan, terus membentuk aksesibilitas dan keberlanjutan program ini dalam konteks ekonomi makro dan ketimpangan kekayaan rasial.
Struktur dan Jenis Pinjaman dalam Program Pinjaman Langsung Federal
Program Pinjaman Langsung Federal menyediakan berbagai jenis pinjaman pendidikan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan finansial mahasiswa dan orang tua dalam menutupi biaya pendidikan pasca-sekolah menengah. Semua pinjaman ini dikelola langsung oleh Kementerian Pendidikan AS melalui Office of Federal Student Aid (FSA), tanpa melibatkan pemberi pinjaman swasta. Struktur program ini mencakup empat jenis utama pinjaman: Direct Subsidized Loans, Direct Unsubsidized Loans, Direct PLUS Loans, dan Direct Consolidation Loans [4]. Setiap jenis pinjaman memiliki persyaratan kelayakan, manfaat, dan tanggung jawab yang berbeda, yang dirancang untuk menyesuaikan dengan tingkat studi, kebutuhan finansial, dan situasi peminjam.
Pinjaman Langsung Bersubsidi
Direct Subsidized Loans tersedia khusus bagi mahasiswa sarjana yang menunjukkan kebutuhan finansial berdasarkan informasi yang disediakan dalam Free Application for Federal Student Aid (FAFSA) [5]. Keunggulan utama dari pinjaman ini adalah bahwa pemerintah federal membayar bunga selama mahasiswa terdaftar penuh waktu atau setengah waktu, selama masa tenggang (biasanya enam bulan setelah keluar dari sekolah), dan selama masa penangguhan. Hal ini membantu mengurangi total biaya pinjaman secara signifikan [6]. Untuk tetap memenuhi syarat, mahasiswa harus mempertahankan kemajuan akademik yang memuaskan sesuai definisi dari institusi mereka dan tidak berada dalam status wanprestasi pada pinjaman federal sebelumnya [7].
Pinjaman Langsung Tidak Bersubsidi
Direct Unsubsidized Loans tersedia untuk mahasiswa sarjana, pascasarjana, dan profesional tanpa mempertimbangkan kebutuhan finansial [5]. Berbeda dengan pinjaman bersubsidi, bunga mulai terakumulasi sejak pinjaman dicairkan, bahkan ketika mahasiswa masih terdaftar di perguruan tinggi. Jika bunga tidak dibayar selama masa studi, bunga tersebut akan dikapitalisasi—ditambahkan ke saldo pokok pinjaman—saat masa pembayaran dimulai, yang menyebabkan total utang meningkat [6]. Mahasiswa dari semua status ketergantungan (dependen atau independen) dapat mengajukan pinjaman ini, tetapi tetap harus terdaftar setidaknya setengah waktu dalam program gelar atau sertifikat yang memenuhi syarat di perguruan tinggi yang berpartisipasi [7].
Pinjaman PLUS
Direct PLUS Loans dibagi menjadi dua kategori: Grad PLUS Loans dan Parent PLUS Loans. Pinjaman PLUS untuk mahasiswa pascasarjana ditujukan untuk membantu menutupi biaya pendidikan yang tidak tercakup oleh bantuan keuangan lainnya [11]. Peminjam harus lulus dari pemeriksaan kredit dan tidak memiliki riwayat kredit buruk. Jika ditolak karena riwayat kredit yang buruk, peminjam dapat mengajukan ulang dengan penjamin (endorser) atau mendokumentasikan keadaan luar biasa kepada penyedia layanan pinjaman [12]. Bunga mulai terakumulasi segera setelah pencairan. Sebaliknya, Pinjaman PLUS untuk orang tua tersedia bagi orang tua dari mahasiswa sarjana yang masih menjadi tanggungan, membantu menutupi biaya pendidikan setelah bantuan keuangan lainnya habis [11]. Orang tua harus lulus dari pemeriksaan kredit dan menyetujui untuk membayar pinjaman tersebut, terlepas dari kemampuan anak untuk menyelesaikan pendidikan atau mendapatkan pekerjaan setelah lulus.
Pinjaman Konsolidasi Langsung
Direct Consolidation Loans memungkinkan peminjam menggabungkan beberapa pinjaman mahasiswa federal menjadi satu pinjaman dengan satu pembayaran bulanan [14]. Ini dapat menyederhanakan proses pembayaran dan memberikan akses ke berbagai rencana pembayaran berbasis pendapatan atau program pengampunan pinjaman yang tidak tersedia sebelumnya. Suku bunga dari pinjaman konsolidasi dihitung sebagai rata-rata tertimbang dari suku bunga pinjaman yang digabungkan, dibulatkan ke atas ke seperdelapan persen terdekat [14]. Meskipun konsolidasi dapat mempermudah manajemen pinjaman, peminjam harus berhati-hati karena menggabungkan pinjaman bersubsidi dapat menghilangkan manfaat subsidi bunga, dan periode pembayaran yang lebih lama dapat meningkatkan total bunga yang dibayarkan sepanjang masa pinjaman.
Batas Pinjaman dan Pertimbangan Kebijakan
Batas pinjaman tahunan dan agregat (seumur hidup) ditetapkan oleh pemerintah federal dan bervariasi berdasarkan tingkat studi, status ketergantungan, dan tahun di perguruan tinggi [16]. Mahasiswa sarjana bergantung memiliki batas tahunan antara $5.500 hingga $7.500, dengan batas agregat $31.000, sementara mahasiswa independen dapat meminjam antara $9.500 hingga $12.500 per tahun, dengan batas agregat $57.500. Mahasiswa pascasarjana memiliki batas tahunan $20.500 untuk pinjaman tidak bersubsidi, dengan batas agregat $138.500 termasuk pinjaman sarjana [17]. Kebijakan ini dirancang untuk mencerminkan biaya pendidikan dan durasi program yang berbeda, sambil mendorong peminjaman yang bertanggung jawab dan mengelola risiko default jangka panjang. Perubahan kebijakan terbaru, termasuk usulan batas pinjaman tahunan sebesar $50.000 untuk mahasiswa profesional mulai 1 Juli 2026, menunjukkan upaya berkelanjutan untuk menyesuaikan struktur pinjaman dengan realitas ekonomi pendidikan tinggi [18].
Kelayakan dan Peran FAFSA dalam Penentuan Bantuan
Untuk memperoleh pinjaman dari Federal Direct Loan Program, calon peminjam harus terlebih dahulu memenuhi serangkaian kriteria kelayakan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan AS. Syarat utama mencakup pendaftaran minimal paruh waktu di program gelar atau sertifikat yang memenuhi syarat di perguruan tinggi yang berpartisipasi, memiliki nomor Jaminan Sosial yang sah (dengan pengecualian untuk siswa dari beberapa wilayah AS), serta status sebagai warga negara AS atau nonwarga negara yang memenuhi syarat, seperti penduduk tetap sah [19]. Calon peminjam juga harus memiliki ijazah sekolah menengah atau setara seperti GED, serta tidak berada dalam status wanprestasi pada pinjaman mahasiswa federal sebelumnya [20]. Selain itu, peminjam harus mempertahankan kemajuan akademik yang memuaskan sesuai definisi perguruan tinggi mereka dan menandatangani pernyataan sertifikasi pada Free Application for Federal Student Aid (FAFSA), yang menyatakan bahwa dana pinjaman hanya akan digunakan untuk tujuan pendidikan [20].
Kelayakan untuk jenis pinjaman berbasis kebutuhan, seperti Direct Subsidized Loans, bergantung pada demonstrasi kebutuhan finansial, meskipun kebutuhan finansial tidak diperlukan untuk Direct Unsubsidized Loans [5]. Oleh karena itu, mahasiswa dengan kebutuhan finansial yang terbukti lebih mungkin memenuhi syarat untuk manfaat pinjaman yang lebih menguntungkan. Proses verifikasi kebutuhan ini dimungkinkan melalui pengisian FAFSA, yang merupakan aplikasi wajib untuk semua bentuk bantuan mahasiswa federal, termasuk hibah, program kerja-studi, dan pinjaman [23].
Peran Sentral FAFSA dalam Penentuan Bantuan
Free Application for Federal Student Aid (FAFSA) memainkan peran sentral dalam menentukan kelayakan dan jumlah bantuan pendidikan yang diterima oleh seorang mahasiswa. Melalui FAFSA, siswa memberikan informasi pribadi dan finansial yang digunakan oleh Kementerian Pendidikan AS untuk menghitung Indeks Bantuan Mahasiswa (Student Aid Index/SAI), yang menggantikan Expected Family Contribution (EFC) mulai tahun ajaran 2024–2025 [24]. SAI ini kemudian digunakan untuk menentukan kebutuhan finansial mahasiswa dengan rumus:
[ \text{Kebutuhan Finansial} = \text{Biaya Pendidikan (COA)} - \text{Indeks Bantuan Mahasiswa (SAI)} ]
Perguruan tinggi menggunakan informasi dari FAFSA, yang dikirimkan dalam bentuk Rekaman Informasi Siswa Institusi (ISIR), untuk menyusun paket bantuan keuangan yang dapat mencakup berbagai bentuk dukungan, termasuk Direct Subsidized Loans, Direct Unsubsidized Loans, Pell Grant, dan program kerja-studi [25]. Proses ini dikenal sebagai "aid packaging", di mana institusi memprioritaskan bantuan berbasis kebutuhan sebelum menawarkan opsi non-berbasis kebutuhan [26].
Penting untuk dicatat bahwa tidak ada batas pendapatan bawah untuk kelayakan FAFSA—faktor-faktor seperti ukuran keluarga, jumlah anggota keluarga yang kuliah, dan tahun pendidikan siswa juga dipertimbangkan [27]. Selain itu, banyak negara bagian dan perguruan tinggi menggunakan data FAFSA untuk memberikan bantuan mereka sendiri, menjadikannya langkah krusial dalam proses pendanaan perguruan tinggi [28]. Karena itu, pengisian FAFSA setiap tahun sangat penting untuk tetap memenuhi syarat mendapatkan bantuan mahasiswa federal [27].
Proses Penentuan Pinjaman dan Batasan
Dalam menyusun paket bantuan, perguruan tinggi harus memastikan bahwa total bantuan—termasuk hibah, beasiswa, dan pinjaman—tidak melebihi biaya pendidikan (Cost of Attendance/COA) atau kebutuhan finansial yang ditunjukkan oleh siswa [26]. Jumlah pinjaman yang dapat diterima siswa dibatasi oleh batas tahunan dan batas agregat (seumur hidup) yang ditetapkan oleh pemerintah federal, yang bervariasi berdasarkan tingkat sekolah (misalnya, mahasiswa baru atau mahasiswa tingkat atas) dan status ketergantungan (tergantung atau mandiri) [31]. Misalnya, mahasiswa tergantung dapat meminjam antara $5.500 hingga $7.500 per tahun, sementara mahasiswa mandiri dapat meminjam lebih tinggi, antara $9.500 hingga $12.500 per tahun [16].
Untuk Direct Subsidized Loans, jumlah pinjaman tidak boleh melebihi kebutuhan finansial siswa. Sementara itu, pinjaman tidak bersubsidi dapat diberikan meskipun tidak ada kebutuhan finansial, tetapi tetap tunduk pada batas tahunan dan agregat. Perguruan tinggi juga harus mempertimbangkan semua bantuan keuangan lain yang diterima siswa (Other Financial Assistance/OFA), seperti beasiswa, untuk memastikan tidak terjadi kelebihan bantuan [26]. Dengan proses yang terstruktur dan berbasis data FAFSA, institusi dapat memastikan kepatuhan terhadap peraturan federal dan mendukung akses yang adil terhadap pendidikan tinggi berdasarkan kebutuhan individu siswa [26].
Perbedaan Utama antara Pinjaman Bersubsidi dan Tidak Bersubsidi
Program Pinjaman Langsung Federal menawarkan dua jenis pinjaman utama kepada mahasiswa: Pinjaman Langsung Bersubsidi dan Pinjaman Langsung Tidak Bersubsidi. Meskipun keduanya dikelola oleh Kementerian Pendidikan AS melalui Office of Federal Student Aid (FSA), terdapat perbedaan mendasar dalam kelayakan, penanganan bunga, dan tanggung jawab peminjam yang signifikan secara finansial [5].
Kelayakan dan Status Akademik
Perbedaan paling mendasar terletak pada persyaratan kelayakan. Pinjaman Langsung Bersubsidi hanya tersedia bagi mahasiswa sarjana yang dapat menunjukkan kebutuhan finansial, yang ditentukan berdasarkan informasi yang disediakan dalam Free Application for Federal Student Aid (FAFSA). Mahasiswa harus terdaftar minimal paruh waktu dalam program gelar atau sertifikat yang memenuhi syarat di perguruan tinggi yang berpartisipasi [5]. Sebaliknya, Pinjaman Langsung Tidak Bersubsidi tersedia bagi mahasiswa sarjana, pascasarjana, dan profesional, tanpa mempertimbangkan kebutuhan finansial. Status kelayakan ini tidak ditentukan oleh pendapatan atau keadaan keuangan, menjadikannya opsi yang lebih luas bagi banyak mahasiswa [5].
Penanganan Bunga dan Tanggung Jawab Peminjam
Perbedaan paling signifikan antara kedua jenis pinjaman terletak pada siapa yang membayar bunga selama periode tertentu. Untuk Pinjaman Langsung Bersubsidi, Kementerian Pendidikan AS membayar bunga atas nama peminjam selama periode-periode kunci: saat mahasiswa terdaftar minimal paruh waktu di perguruan tinggi, selama masa tenggang enam bulan setelah keluar dari sekolah, dan selama masa penangguhan yang disetujui. Ini berarti saldo pinjaman tidak bertambah selama masa-masa ini, yang secara signifikan mengurangi total jumlah yang harus dibayar kembali [5].
Sebaliknya, untuk Pinjaman Langsung Tidak Bersubsidi, bunga mulai terakumulasi sejak tanggal pinjaman dicairkan. Peminjam bertanggung jawab atas semua bunga yang terakumulasi, bahkan saat masih kuliah atau selama masa tenggang dan penangguhan. Jika bunga ini tidak dibayar saat terakumulasi, biasanya akan dikapitalisasi—ditambahkan ke saldo pokok—ketika pinjaman memasuki masa pelunasan. Kapitalisasi ini meningkatkan total jumlah yang harus dibayar kembali, membuat pinjaman ini secara potensial lebih mahal dalam jangka panjang [6].
Batas Pinjaman dan Opsi Pelunasan
Kedua jenis pinjaman memiliki batas pinjaman tahunan dan batas agregat (seumur hidup) yang ditetapkan oleh pemerintah federal, yang bervariasi berdasarkan tahun kuliah mahasiswa dan status ketergantungan [31]. Namun, pinjaman bersubsidi memiliki batas agregat yang lebih rendah dibandingkan pinjaman tidak bersubsidi. Proses pelunasan untuk kedua jenis pinjaman dimulai enam bulan setelah mahasiswa lulus, keluar dari sekolah, atau turun di bawah status paruh waktu. Rencana pelunasan standar adalah 10 tahun, tetapi peminjam dari kedua jenis pinjaman memiliki akses ke berbagai rencana pelunasan berbasis pendapatan, seperti SAVE Plan, yang dapat menyesuaikan pembayaran bulanan berdasarkan pendapatan dan ukuran keluarga [5].
Ringkasan Perbedaan Utama
| Fitur | Pinjaman Langsung Bersubsidi | Pinjaman Langsung Tidak Bersubsidi |
|---|---|---|
| Tersedia untuk | Hanya mahasiswa | |
| Kebutuhan finansial diperlukan | Ya | Tidak |
| Bunga selama kuliah | Dibayar oleh pemerintah | Terakumulasi dan menjadi tanggung jawab peminjam |
| Bunga selama masa tenggang | Dibayar oleh pemerintah | Terakumulasi dan menjadi tanggung jawab peminjam |
| Bunga selama penangguhan | Dibayar oleh pemerintah | Terakumulasi dan menjadi tanggung jawab peminjam |
| Kapitalisasi bunga | Tidak terjadi selama periode bersubsidi | Terjadi jika bunga tidak dibayar selama kuliah atau penangguhan |
Pemahaman perbedaan-perbedaan ini sangat penting bagi mahasiswa untuk membuat keputusan pinjaman yang bijak dan mengelola utang mahasiswa mereka secara lebih efektif [42]. Pilihan antara pinjaman bersubsidi dan tidak bersubsidi dapat berdampak besar terhadap beban keuangan jangka panjang, terutama mengingat peran kritis dari akumulasi dan kapitalisasi bunga.
Opsi Pelunasan dan Program Pengampunan Pinjaman
Peminjam dalam memiliki akses ke berbagai opsi pelunasan dan program pengampunan pinjaman yang dirancang untuk membantu mengelola utang pendidikan sesuai dengan kondisi keuangan dan jalur karier mereka. Opsi-opsi ini mencakup rencana pelunasan berbasis jangka waktu tetap maupun yang disesuaikan dengan pendapatan, serta program pengampunan yang dapat menghapus sisa saldo pinjaman setelah memenuhi kriteria tertentu. Semua opsi ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan AS melalui Office of Federal Student Aid (FSA) dan dilaksanakan oleh perusahaan penagih pinjaman federal seperti , , dan [43].
Rencana Pelunasan
Peminjam dapat memilih dari beberapa rencana pelunasan, masing-masing dengan jumlah pembayaran bulanan dan jangka waktu yang berbeda:
-
Rencana Pelunasan Standar (Standard Repayment Plan)
- Pembayaran bulanan tetap selama periode 10 tahun.
- Rencana ini biasanya menghasilkan total bunga terendah selama masa pinjaman [44].
-
Rencana Pelunasan Bertahap (Graduated Repayment Plan)
- Pembayaran dimulai dengan jumlah yang lebih rendah dan meningkat setiap dua tahun.
- Masa pelunasan biasanya 10 tahun.
- Cocok untuk peminjam yang memperkirakan pendapatannya akan meningkat seiring waktu [45].
-
Rencana Pelunasan Diperpanjang (Extended Repayment Plan)
- Tersedia bagi peminjam dengan pinjaman federal lebih dari $30.000.
- Memungkinkan pelunasan hingga 25 tahun, dengan pembayaran tetap atau bertahap.
- Menghasilkan pembayaran bulanan lebih rendah tetapi total biaya bunga lebih tinggi [46].
-
Rencana Pelunasan Berbasis Pendapatan (Income-Driven Repayment/IDR)
Rencana ini menyesuaikan pembayaran bulanan berdasarkan pendapatan dan ukuran keluarga peminjam:- Income-Based Repayment (IBR): Pembayaran sebesar 10% atau 15% dari pendapatan diskresioner, tergantung pada kapan pinjaman pertama dicairkan. Pengampunan mungkin tersedia setelah 20 atau 25 tahun pembayaran yang memenuhi syarat [47].
- Pay As You Earn (PAYE): Pembayaran dibatasi hingga 10% dari pendapatan diskresioner dan tidak lebih dari jumlah yang dibayarkan dalam Rencana Pelunasan Standar 10 tahun. Pengampunan tersedia setelah 20 tahun [47].
- Income-Contingent Repayment (ICR): Pembayaran merupakan jumlah terendah antara 20% dari pendapatan diskresioner atau jumlah yang dibayarkan dalam rencana tetap 12 tahun yang disesuaikan dengan pendapatan. Pengampunan terjadi setelah 25 tahun [47].
- SAVE Plan (Saving on a Valuable Education): Rencana IDR terbaru yang menyesuaikan pembayaran berdasarkan pendapatan dan ukuran keluarga, dengan biaya bulanan lebih rendah bagi peminjam berpenghasilan rendah. Perubahan pada rencana ini diharapkan berlaku mulai 1 Juli 2026 [50].
Program Pengampunan Pinjaman
Program pengampunan pinjaman memungkinkan penghapusan sisa saldo pinjaman setelah peminjam memenuhi serangkaian persyaratan kualifikasi:
-
Public Service Loan Forgiveness (PSLF)
- Mengampuni sisa saldo pinjaman setelah 120 pembayaran bulanan yang memenuhi syarat dilakukan di bawah rencana pelunasan yang memenuhi syarat, sambil bekerja penuh waktu untuk pemberi kerja yang memenuhi syarat (misalnya, organisasi pemerintah atau nirlaba).
- Peminjam harus mengirimkan Formulir PSLF melalui untuk memverifikasi kelayakan [51].
- Pembaruan terbaru telah memulihkan dan memperluas akses ke PSLF, dengan regulasi utama berlaku mulai 1 Juli 2026 [52].
-
Pengampunan Pinjaman Guru (Teacher Loan Forgiveness)
- Tersedia bagi guru yang bekerja penuh waktu selama lima tahun berturut-turut di sekolah berpenghasilan rendah atau agen layanan pendidikan.
- Hingga $17.500 dari pinjaman langsung dapat diampuni, dengan jumlah lebih tinggi mungkin tersedia bagi guru matematika, sains, atau pendidikan khusus yang berkualifikasi tinggi [53].
-
Pengampunan melalui Rencana Pelunasan Berbasis Pendapatan
- Sisa saldo pinjaman akan diampuni setelah 20 atau 25 tahun pembayaran yang memenuhi syarat di bawah rencana IDR, tergantung pada rencana spesifik dan kapan pinjaman diterima [47].
-
Program Pengampunan dan Pembebasan Lainnya
- Termasuk pengampunan bagi peminjam dengan cacat total dan permanen, pembebasan karena sekolah tutup, dan pembelaan peminjam terhadap pembayaran dalam kasus pelanggaran sekolah [53].
Perubahan Kebijakan dan Pertimbangan Pajak
Beberapa perubahan kebijakan besar dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2026, termasuk penyesuaian terhadap opsi pelunasan dan pengampunan [56]. Selain itu, sejak 2026, sejumlah program pengampunan pinjaman mungkin dikenakan pajak penghasilan federal, tergantung pada program dan undang-undang perpajakan yang berlaku [57]. Peminjam disarankan untuk menggunakan sumber daya resmi seperti situs web untuk mengeksplorasi opsi dan mengajukan rencana atau program pengampunan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka [43].
Peran Lembaga Pendidikan dalam Pencairan dan Kepatuhan
Lembaga pendidikan memainkan peran sentral dalam pencairan dan kepatuhan terhadap , bertindak sebagai perantara utama antara peminjam dan Kementerian Pendidikan AS. Tanggung jawab institusi meliputi penentuan kelayakan, proses pengajuan, pencairan dana, serta pemenuhan berbagai kewajiban regulasi untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan Office of Federal Student Aid (FSA) [59]. Proses ini melibatkan koordinasi antara kantor keuangan, pendaftaran, dan bantuan mahasiswa untuk memastikan bahwa setiap langkah dilakukan secara akurat dan tepat waktu.
Proses Pengajuan dan Pencairan Pinjaman
Langkah awal dalam peran institusi adalah menentukan kelayakan mahasiswa berdasarkan data dari Free Application for Federal Student Aid (FAFSA), status pendaftaran minimal setengah waktu, dan kemajuan akademik yang memadai [59]. Setelah kelayakan dikonfirmasi, institusi mengemas paket bantuan keuangan yang mencakup Direct Subsidized Loans atau Direct Unsubsidized Loans, tergantung pada kebutuhan finansial dan status ketergantungan mahasiswa. Institusi kemudian mengirimkan catatan pengajuan pinjaman ke Common Origination and Disbursement (COD) System, sistem pusat yang dikelola oleh Departemen Pendidikan [59].
Sebelum pencairan, mahasiswa harus menyelesaikan beberapa persyaratan wajib, termasuk menandatangani Master Promissory Note (MPN) dan menyelesaikan Entrance Counseling untuk peminjam pertama kali. Konseling ini bertujuan untuk memastikan pemahaman mahasiswa tentang kewajiban pinjaman, suku bunga, dan opsi pelunasan, termasuk rencana berbasis pendapatan seperti SAVE Plan [62]. Setelah semua persyaratan terpenuhi, institusi mengirimkan data pencairan aktual ke sistem COD, yang kemudian memproses permintaan dana melalui sistem pembayaran Departemen Pendidikan seperti G5 atau G6 [63].
Pencairan dana dilakukan dalam minimal dua pembayaran per semester dan harus disalurkan sesuai jadwal yang ditentukan. Jika terdapat saldo kredit setelah biaya kuliah dibayar, institusi wajib mengembalikan dana tersebut kepada mahasiswa dalam waktu 14 hari [63]. Institusi juga harus memberi tahu mahasiswa secara tertulis sebelum pencairan dan mengirimkan catatan pencairan ke sistem COD dalam waktu 15 hari setelah pencairan dilakukan [65].
Kepatuhan terhadap Regulasi dan Pelaporan
Kepatuhan terhadap regulasi federal adalah aspek krusial dari peran institusi. Institusi wajib mematuhi ketentuan yang diatur dalam 34 CFR Bagian 685, yang mencakup kewajiban pelaporan, batas pinjaman tahunan dan agregat, serta pengembalian dana yang tidak digunakan sesuai perhitungan Return of Title IV Funds (R2T4) jika mahasiswa menarik diri [63]. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat mengakibatkan sanksi, termasuk kehilangan kelayakan untuk berpartisipasi dalam program bantuan mahasiswa federal.
Salah satu kewajiban pelaporan yang paling penting adalah pelaporan status pendaftaran mahasiswa ke National Student Loan Data System (NSLDS) setidaknya setiap bulan melalui Laporan Konfirmasi Status Siswa (Student Status Confirmation Report/SSCR) [67]. Pelaporan yang akurat ini memastikan bahwa status penangguhan pinjaman (deferment) tetap aktif selama mahasiswa terdaftar setidaknya setengah waktu, mencegah penagihan yang tidak perlu dan mencegah terjadinya keterlambatan pembayaran. Banyak institusi menggunakan layanan pihak ketiga seperti untuk mengotomatiskan proses pelaporan ini.
Institusi juga bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan terhadap kewajiban konseling keluar. Exit Counseling wajib dilakukan sebelum mahasiswa lulus, menarik diri, atau turun di bawah status setengah waktu [68]. Sesi ini memberi informasi penting tentang jadwal pelunasan, masa tenggang, opsi penangguhan atau penundaan pembayaran, serta program pengampunan seperti Public Service Loan Forgiveness (PSLF). Setelah selesai, catatan konseling dikirim ke NSLDS dan dibagikan dengan perusahaan penagih pinjaman mahasiswa federal untuk memperbarui status akun peminjam [69].
Tantangan Kepatuhan dan Strategi Penyelesaian
Institusi sering menghadapi tantangan kepatuhan, terutama dalam mengelola Direct PLUS Loans dan permintaan konsolidasi. Untuk Pinjaman PLUS, institusi harus memastikan bahwa pemeriksaan kredit telah dilakukan melalui sistem Departemen Pendidikan dan tetap berlaku selama 180 hari. Jika peminjam ditolak karena riwayat kredit yang buruk, institusi harus memverifikasi bahwa peminjam telah menambahkan penjamin (endorser) atau mendokumentasikan keadaan khusus [12]. Selain itu, konseling PLUS wajib dilakukan sebelum pencairan jika peminjam memiliki riwayat kredit yang buruk dan mendapatkan persetujuan melalui penjamin atau keadaan khusus [71].
Untuk permintaan konsolidasi, tantangan utama terletak pada verifikasi data pinjaman yang akurat dari pemberi pinjaman atau penagih sebelumnya menggunakan Loan Verification Certificate (LVC) [72]. Keterlambatan dalam mengembalikan LVC dapat memperlambat proses konsolidasi. Institusi menangani tantangan ini dengan menetapkan kebijakan dan prosedur internal yang jelas, memberikan pelatihan staf secara berkala, melakukan rekonsiliasi data secara rutin antara catatan internal, data COD, dan penarikan G5, serta berkoordinasi erat dengan perusahaan penagih pinjaman seperti , , dan untuk menyelesaikan perbedaan [73].
Pengelolaan dan Akuntabilitas Penagih Pinjaman Federal
Pengelolaan dan akuntabilitas perusahaan penagih pinjaman federal merupakan aspek krusial dalam operasi Program Pinjaman Langsung Federal, yang memastikan bahwa peminjam menerima layanan yang akurat, adil, dan sesuai dengan peraturan. Penagih pinjaman federal, yang merupakan perusahaan swasta yang dikontrak oleh Kementerian Pendidikan AS, bertanggung jawab atas manajemen harian akun pinjaman mahasiswa, termasuk penagihan, pemrosesan pembayaran, dan bantuan dalam pemilihan rencana pelunasan. Namun, karena sifat kompleks dan berdampak tinggi dari layanan ini, pengawasan ketat oleh lembaga pemerintah sangat diperlukan untuk mencegah pelanggaran dan melindungi hak peminjam [3].
Peran dan Tanggung Jawab Penagih Pinjaman Federal
Perusahaan penagih pinjaman federal, seperti , , , dan Maximus Federal, ditugaskan oleh Office of Federal Student Aid (FSA) untuk mengelola akun pinjaman peminjam. Tugas utama mereka mencakup penerbitan tagihan bulanan, pemrosesan pembayaran, membantu peminjam dalam memilih dan mendaftar ke rencana pelunasan (termasuk rencana berbasis pendapatan seperti SAVE Plan), serta menangani permohonan penangguhan pembayaran (deferment) dan penundaan pembayaran (forbearance) [75]. Mereka juga bertanggung jawab atas pencegahan gagal bayar, termasuk melakukan pendekatan kepada peminjam yang berisiko menunggak dan memberikan informasi tentang opsi pemulihan.
Sejak 2023, Office of Federal Student Aid (FSA) telah menerapkan inisiatif baru bernama Unified Servicing and Data Solution (USDS), yang menugaskan lima perusahaan baru untuk menyediakan layanan pinjaman, dengan tujuan meningkatkan platform layanan, mengurangi keterlambatan pembayaran, dan memperkuat akuntabilitas [76]. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya modernisasi sistem layanan pinjaman federal yang lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan peminjam.
Mekanisme Akuntabilitas dan Pengawasan oleh Departemen Pendidikan
Kementerian Pendidikan AS menjamin akuntabilitas penagih melalui kerangka kerja pengawasan yang komprehensif, termasuk pemantauan kinerja, audit tahunan, dan mekanisme penegakan hukum. Departemen tersebut secara rutin menerbitkan metrik kinerja penagih, seperti waktu tunggu pusat panggilan, tingkat kesalahan, dan volume keluhan peminjam, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas [3]. Jika penagih gagal memenuhi standar kontrak atau peraturan, Departemen dapat mengambil tindakan penegakan, termasuk penahanan pembayaran, denda finansial, atau bahkan pemutusan kontrak.
Sebagai contoh, pada Oktober 2023, Departemen Pendidikan mengumumkan penahanan pembayaran terhadap salah satu penagih karena kegagalan layanan yang merugikan peminjam [78]. Selain itu, penagih wajib menjalani audit laporan keuangan tahunan dan penilaian kepatuhan, yang diawasi oleh Office of Inspector General (OIG) Departemen Pendidikan, untuk memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan operasional [79].
Peran Lembaga Pengawas Independen
Selain pengawasan internal oleh Departemen Pendidikan, lembaga pengawas independen seperti Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) dan Government Accountability Office (GAO) memainkan peran penting dalam melindungi peminjam dan mendorong reformasi kebijakan. CFPB memiliki wewenang untuk mengawasi dan menegakkan hukum perlindungan konsumen terhadap penagih pinjaman, termasuk penyelidikan atas praktik yang menyesatkan atau merugikan peminjam [80].
Pada September 2024, CFPB mengambil tindakan tegas dengan melarang dari layanan pinjaman mahasiswa federal dan mengharuskan perusahaan membayar $120 juta sebagai ganti rugi dan denda karena "kegagalan luas dalam layanan pinjaman mahasiswa", termasuk mengalihkan pembayaran secara salah dan gagal memproses permohonan rencana pelunasan berbasis pendapatan [81]. Tindakan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap akuntabilitas sektor swasta dalam sistem pinjaman federal.
Sementara itu, GAO melakukan evaluasi independen terhadap efektivitas program pinjaman mahasiswa dan mengidentifikasi area perbaikan. Laporan GAO secara konsisten menyoroti kelemahan dalam pengawasan penagih, seperti kurangnya mekanisme pemantauan kinerja yang memadai dan kegagalan dalam memberi tahu peminjam tentang hak mereka terhadap pengampunan pinjaman [82]. Rekomendasi GAO sering kali menjadi dasar bagi perubahan kebijakan dan peraturan oleh Departemen Pendidikan, termasuk upaya untuk menyederhanakan rencana pelunasan dan memperluas akses ke program pengampunan [83].
Tantangan Hukum dan Respons terhadap Pelanggaran
Beberapa penagih telah menghadapi tuntutan hukum dan investigasi karena dugaan pelanggaran. Selain tindakan oleh CFPB, setuju untuk membayar $1,8 juta pada Januari 2024 untuk menyelesaikan tuduhan bahwa perusahaan gagal memberi tahu peminjam secara memadai tentang cara mempertahankan akses ke rencana pembayaran terjangkau [84]. juga menghadapi tuduhan baru pada awal 2026 mengenai mismanajemen berkelanjutan, termasuk kegagalan dalam menghitung pembayaran yang memenuhi syarat untuk pengampunan pinjaman [85].
Pengadilan juga telah memainkan peran penting dalam menegakkan hak peminjam. Dalam kasus Sweet v. Cardona, pengadilan federal menyetujui penyelesaian yang mengharuskan Departemen Pendidikan untuk mereformasi penanganan klaim Borrower Defense to Repayment, yang sebelumnya tertunda selama bertahun-tahun [86]. Putusan ini menegaskan bahwa peminjam berhak atas keputusan yang cepat dan adil atas klaim mereka, serta menekankan kewajiban hukum Departemen untuk menegakkan perlindungan peminjam secara efektif.
Implikasi Ekuitas dan Dampak terhadap Mahasiswa Berpenghasilan Rendah serta Mahasiswa Kulit Berwarna
Program Pinjaman Langsung Federal memiliki dampak yang tidak merata terhadap kelompok mahasiswa berdasarkan latar belakang ekonomi dan rasial, menciptakan implikasi ekuitas yang mendalam. Meskipun program ini meningkatkan akses pendidikan bagi mahasiswa berpenghasilan rendah dan mahasiswa kulit berwarna, struktur dan hasilnya justru memperluas ketimpangan kekayaan dan beban finansial yang tidak proporsional. Ketidaksetaraan ini terlihat dalam pola peminjaman, hasil pelunasan, serta akses terhadap manfaat seperti pengampunan pinjaman dan rencana berbasis pendapatan.
Ketimpangan dalam Akses dan Pola Peminjaman
Mahasiswa berpenghasilan rendah, terutama mereka yang menerima Pell Grant, sangat bergantung pada pinjaman federal untuk menutupi biaya pendidikan karena keterbatasan dana hibah. Namun, ketergantungan ini berakibat pada beban utang yang lebih tinggi. Data menunjukkan bahwa lulusan penerima Pell Grant meninggalkan perguruan tinggi dengan rata-rata $4.500 lebih banyak utang dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak menerima hibah, menciptakan kesenjangan utang sebesar $6 miliar secara kolektif [87]. Keterbatasan hibah ini memaksa mahasiswa berpenghasilan rendah untuk meminjam lebih banyak, meskipun mereka memiliki potensi pendapatan masa depan yang lebih rendah.
Disparitas Rasial dalam Beban Utang dan Pelunasan
Ketimpangan rasial dalam hasil pinjaman mahasiswa sangat mencolok. Mahasiswa kulit berwarna, khususnya kulit hitam dan Hispanik, menghadapi beban utang yang lebih besar dan hasil pelunasan yang lebih buruk dibandingkan mahasiswa kulit putih, meskipun jumlah pinjaman awal mereka sering kali serupa. Pada tahun 2022, 36% orang dewasa kulit hitam memiliki utang pinjaman mahasiswa, dibandingkan dengan 20% orang kulit putih [88]. Lulusan kulit hitam berisiko lima kali lebih besar untuk gagal bayar pinjaman mereka dalam 12 tahun pertama masuk masa pelunasan dibandingkan lulusan kulit putih—sekitar 30% gagal bayar dibandingkan 10% [89].
Penyebab utama disparitas ini adalah ketimpangan struktural dalam kekayaan dan pendapatan. Mahasiswa kulit berwarna membayar proporsi pendapatan bulanan mereka yang lebih besar untuk cicilan pinjaman—3,6% lebih tinggi dari mahasiswa kulit putih—karena pendapatan pasca-kelulusan yang lebih rendah dan kurangnya kekayaan keluarga untuk digunakan dalam masa kesulitan finansial [90]. Selain itu, kesenjangan kekayaan antargenerasi membatasi akses terhadap uang muka rumah, tabungan darurat, atau penjamin pinjaman pribadi, yang semakin meningkatkan ketergantungan pada pinjaman federal dan mengurangi ketahanan finansial [91].
Pendidikan Tinggi dan Perluasan Kesenjangan Kekayaan Rasial
Paradoksnya, pendidikan tinggi, yang seharusnya menjadi jalan menuju mobilitas ekonomi, justru dapat memperdalam ketidaksetaraan rasial melalui beban utang yang tidak proporsional. Pinjaman mahasiswa menunda akumulasi kekayaan bagi keluarga kulit berwarna, menghambat kepemilikan rumah, tabungan pensiun, dan investasi kewirausahaan [92]. Hasilnya, sistem pinjaman mahasiswa berisiko memperkuat, bukan mengurangi, kesenjangan kekayaan rasial [93]. Sebuah studi menemukan bahwa lulusan kulit hitam berutang rata-rata $25.000 lebih banyak daripada lulusan kulit putih hanya empat tahun setelah kelulusan, dan kesenjangan ini menjadi hampir tiga kali lipat dari waktu ke waktu [94].
Peran Institusi Berbasis Minoritas dan Perguruan Tinggi Swasta
Program ini tersedia bagi mahasiswa yang terdaftar di semua institusi yang memenuhi syarat, termasuk institusi pelayanan minoritas (MSIs) seperti Kolese dan Universitas Kulit Hitam Bersejarah (HBCUs), Kolese dan Universitas Suku, dan Institusi Pelayanan Hispanik (HSIs). MSIs melayani proporsi yang sangat tinggi dari mahasiswa berpenghasilan rendah dan generasi pertama, banyak di antaranya bergantung pada pinjaman federal untuk kuliah [95]. Namun, institusi-institusi ini sering kali beroperasi dengan sumber daya keuangan yang lebih sedikit dan dana abadi yang lebih kecil dibandingkan institusi yang didominasi kulit putih, yang dapat memengaruhi kualitas layanan pendukung mahasiswa dan tingkat kelulusan.
Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi swasta juga sangat rentan terhadap hasil pinjaman yang buruk. Institusi-institusi ini menarik proporsi yang lebih tinggi dari mahasiswa berpenghasilan rendah dan minoritas dan dikaitkan dengan tingkat pinjaman yang lebih tinggi serta kinerja pelunasan yang lebih buruk. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa di perguruan tinggi swasta memiliki tingkat gagal bayar lebih dari dua kali lipat dibandingkan mahasiswa di perguruan tinggi negeri, bahkan setelah mengendalikan karakteristik mahasiswa [96]. Hasil ini terkait dengan pendapatan yang lebih rendah, tingkat putus sekolah yang tinggi, dan banyaknya program dengan nilai pasar kerja yang terbatas.
Upaya Kebijakan untuk Mengatasi Ketimpangan
Untuk mengatasi tantangan ekuitas ini, Kementerian Pendidikan AS telah menerapkan reformasi yang bertujuan meningkatkan hasil pelunasan dan mengurangi disparitas. Rencana berbasis pendapatan, seperti SAVE Plan, membatasi pembayaran bulanan berdasarkan pendapatan diskresioner dan menawarkan pengampunan setelah 20–25 tahun pelunasan, memberikan bantuan penting bagi peminjam berpenghasilan rendah [97]. Rencana SAVE, khususnya, mengurangi pembayaran bagi peminjam dengan pendapatan dan saldo yang lebih rendah, yang dapat memberi manfaat besar bagi peminjam kulit hitam dan Hispanik yang terlalu banyak terwakili dalam kategori berutang tinggi dan berpendapatan rendah [98].
Selain itu, Departemen telah mengusulkan untuk memperluas kelayakan untuk Public Service Loan Forgiveness (PSLF) dan menyederhanakan proses aplikasi untuk memastikan bahwa peminjam—terutama mereka yang bekerja di sektor publik dan nirlaba, yang mencakup banyak pendidik dan pekerja sosial dari latar belakang yang kurang terwakili—dapat mengakses bantuan [99]. Namun, hambatan administratif dan kompleksitas tetap menjadi penghalang bagi peminjam kulit berwarna untuk mengakses program-program ini secara merata [100].
Dasar Hukum dan Regulasi Program Pinjaman Langsung
Program Pinjaman Langsung Federal beroperasi di bawah kerangka hukum dan peraturan yang kuat yang ditetapkan oleh undang-undang federal dan ditegakkan oleh Kementerian Pendidikan AS. Landasan hukum utama program ini adalah Higher Education Act of 1965 (HEA), khususnya dalam Bagian IV, Subbagian IV, Bagian D (20 U.S.C. §§ 1087a–1087i), yang memberikan otoritas kepada Secretary of Education untuk membuat pinjaman langsung kepada siswa dan orang tua yang memenuhi syarat [101]. Bagian dari undang-undang ini secara resmi mendirikan program sebagai William D. Ford Federal Direct Loan Program, menetapkan struktur dasar untuk pinjaman yang disubsidi, tidak disubsidi, PLUS, dan konsolidasi [102].
Kerangka Regulasi dan Implementasi
Operasi harian dan kewajiban kepatuhan untuk Program Pinjaman Langsung diatur secara rinci dalam Code of Federal Regulations (CFR), khususnya 34 CFR Bagian 685. Peraturan ini mengimplementasikan ketentuan HEA dan menyediakan panduan operasional yang komprehensif bagi semua pihak yang terlibat [103]. Subbagian penting dari 34 CFR 685 mencakup:
- Subbagian B – Ketentuan Peminjam: Mendefinisikan hak dan tanggung jawab peminjam, termasuk akses ke rencana pelunasan, opsi penundaan, dan pembelaan terhadap pelunasan [104].
- Subbagian C – Persyaratan dan Standar untuk Sekolah: Menetapkan kewajiban bagi institusi pendidikan yang berpartisipasi, termasuk proses pemberian pinjaman, pencairan, dan kepatuhan terhadap batas pinjaman tahunan dan agregat [105].
- Subbagian D – Pelayanan Pinjaman: Menetapkan standar untuk perusahaan penagih pinjaman, termasuk harapan kinerja, komunikasi dengan peminjam, dan pemrosesan aplikasi rencana pelunasan [106].
Kantor Bantuan Mahasiswa Federal (FSA), yang berada di bawah Kementerian Pendidikan AS, bertanggung jawab atas administrasi program ini. FSA mengawasi semua aspek program, termasuk kepatuhan sekolah, manajemen kontrak penagih, dan pengembangan kebijakan. FSA menerbitkan panduan operasional penting seperti FSA Handbook, yang berfungsi sebagai manual rinci bagi sekolah dan penagih untuk memastikan kepatuhan terhadap 34 CFR 685 [107].
Perubahan Kebijakan dan Reformasi Administratif
Meskipun HEA belum mengalami reauthorisasi komprehensif sejak 2008, perubahan signifikan terhadap Program Pinjaman Langsung telah dilakukan melalui undang-undang anggaran dan peraturan administratif. Sebuah perubahan kebijakan besar terjadi pada tahun 2010 melalui Health Care and Education Reconciliation Act of 2010, yang mengakhiri Federal Family Education Loan (FFEL) Program untuk pinjaman baru dan memindahkan semua pinjaman federal ke sistem pinjaman langsung penuh [2]. Transisi ini didorong oleh tujuan menghemat biaya bagi pembayar pajak dengan menghilangkan subsidi kepada pemberi pinjaman swasta dan meningkatkan efisiensi administrasi.
Reformasi administratif terus membentuk program ini. Misalnya, menetapkan formula untuk menentukan suku bunga pinjaman setiap tahun berdasarkan lelang obligasi Treasury 10-tahun ditambah margin tetap [109]. Peraturan baru juga telah diperkenalkan untuk memperluas perlindungan peminjam, seperti peraturan akhir tahun 2022 tentang Borrower Defense to Repayment, yang menetapkan standar federal yang seragam untuk pembebasan pinjaman jika institusi melakukan penipuan yang substansial [110]. Perubahan mendatang, seperti penghentian otoritas untuk menerbitkan pinjaman Grad PLUS baru mulai 1 Juli 2026, mencerminkan upaya berkelanjutan untuk menyeimbangkan aksesibilitas, keberlanjutan fiskal, dan perlindungan peminjam [111].
Peran Lembaga Pengawas dan Penegakan Hukum
Lembaga pengawas memainkan peran penting dalam memastikan kepatuhan dan melindungi peminjam. Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) memiliki wewenang untuk mengawasi dan menegakkan hukum perlindungan konsumen terhadap perusahaan penagih pinjaman non-bank yang menangani pinjaman federal. CFPB melakukan pemeriksaan pengawasan, mengumpulkan keluhan peminjam melalui Student Loan Ombudsman, dan dapat mengambil tindakan penegakan hukum. Sebagai contoh, pada September 2024, CFPB memerintahkan untuk membayar $120 juta dan melarangnya dari pelayanan pinjaman federal karena kegagalan luas dalam mengelola pinjaman peminjam [81].
Government Accountability Office (GAO) berfungsi sebagai auditor independen. GAO melakukan evaluasi mendalam terhadap administrasi program oleh Kementerian Pendidikan AS, mengidentifikasi kelemahan dalam pengawasan penagih, dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan. Laporan GAO telah mendorong perubahan kebijakan, seperti peningkatan transparansi kinerja penagih dan upaya untuk memperbaiki program seperti Public Service Loan Forgiveness (PSLF) [113]. Tanggapan terhadap litigasi juga membentuk kerangka regulasi; misalnya, keputusan pengadilan dalam kasus Sweet v. Cardona menegaskan kewajiban Departemen Pendidikan untuk menangani klaim pembelaan peminjam secara tepat waktu [114]. Kombinasi dari pengawasan legislatif, penegakan hukum, dan tindakan pengadilan membentuk sistem cek dan keseimbangan yang penting untuk menjaga integritas dan akuntabilitas program.
Dampak Makroekonomi dan Keberlanjutan Kebijakan Pinjaman Mahasiswa
Program Pinjaman Langsung Federal telah menciptakan dampak makroekonomi yang luas, memengaruhi konsumsi rumah tangga, akumulasi kekayaan, dan stabilitas fiskal jangka panjang. Sebagai salah satu instrumen kebijakan pendidikan dan kredit terbesar di Amerika Serikat, program ini berfungsi sebagai investasi dalam capital manusia, tetapi juga berkontribusi terhadap ketidakstabilan keuangan rumah tangga, terutama di kalangan kelompok rentan. Utang mahasiswa federal telah melampaui $1,3 triliun, dan pertumbuhannya memiliki konsekuensi signifikan terhadap aktivitas ekonomi agregat [115]. Pembayaran pinjaman yang tinggi mengurangi pendapatan yang dapat dibelanjakan, yang pada gilirannya menekan permintaan agregat dan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi [115]. Penelitian menunjukkan bahwa kewajiban pembayaran pinjaman mahasiswa berkorelasi dengan penurunan pengeluaran untuk barang besar seperti mobil dan rumah [117].
Di sisi lain, pinjaman mahasiswa juga berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dengan meningkatkan akses ke pendidikan tinggi, yang berdampak pada peningkatan tingkat kelulusan, pendapatan seumur hidup, dan produktivitas tenaga kerja [118]. Kebijakan pembebasan utang tertarget, seperti Public Service Loan Forgiveness (PSLF), telah terbukti menghasilkan efek makroekonomi positif, termasuk peningkatan kekayaan bersih rumah tangga, peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan, dan potensi peningkatan PDB tanpa tekanan inflasi yang signifikan [119]. Pembebasan utang juga dapat mendorong kewirausahaan di antara peminjam yang terbebas dari beban pembayaran bulanan [120].
Ketidakstabilan Keuangan Rumah Tangga dan Ketimpangan
Program ini berkontribusi terhadap ketidakstabilan keuangan rumah tangga, terutama bagi peminjam dari latar belakang yang kurang beruntung. Lebih dari 63% peminjam melaporkan kesulitan dalam melakukan pembayaran, dan lebih dari sepertiga pernah melewatkan pembayaran, dengan tingkat yang lebih tinggi terjadi pada peminjam kulit berwarna, penerima Pell Grant, dan mereka yang tidak menyelesaikan gelar empat tahun [121]. Ketidakmampuan membayar utang secara konsisten adalah hambatan utama untuk pelunasan [122]. Sekitar sepertiga peminjam pinjaman federal telah mengalami gagal bayar dalam dua dekade terakhir, dengan insiden yang lebih tinggi terjadi pada peminjam kulit berwarna, peminjam yang lebih tua, perempuan, dan mereka yang memiliki disabilitas atau status keluarga non-tradisional [123]. Rumah tangga yang lebih kaya secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk gagal bayar, yang menegaskan peran ketimpangan ekonomi yang sudah ada sebelumnya dalam hasil pelunasan [124].
Utang mahasiswa secara signifikan menghambat mobilitas ekonomi, terutama bagi peminjam berpenghasilan rendah dan kulit berwarna. Tingginya tingkat utang menunda pencapaian tonggak penting seperti kepemilikan rumah, pernikahan, dan tabungan pensiun, yang membatasi akumulasi kekayaan lintas generasi [125]. Peminjam kulit hitam, yang secara rata-rata meminjam lebih banyak dan menghadapi hambatan sistemik di pasar tenaga kerja, mengalami tantangan pelunasan yang tidak proporsional, yang memperlebar kesenjangan kekayaan rasial [126]. Meskipun dirancang untuk mempromosikan kesetaraan, program ini secara tidak sengaja dapat memperkuat ketidaksetaraan yang sudah ada. Meskipun harga kuliah bersih tetap relatif stabil karena bantuan, jumlah peminjaman telah bertiga kali lipat selama tiga dekade—yang secara tidak proporsional memengaruhi siswa berpenghasilan rendah yang lebih bergantung pada pinjaman [127].
Keberlanjutan Fiskal dan Risiko Sistemik
Paparan fiskal pemerintah terhadap risiko pinjaman mahasiswa sangat besar. Congressional Budget Office (CBO) dan Government Accountability Office (GAO) telah menekankan perlunya penilaian risiko dan pelaporan yang lebih baik atas portofolio pinjaman langsung, mencatat bahwa model saat ini mungkin meremehkan biaya fiskal jangka panjang [113]. Dengan lebih dari $60 miliar utang yang dihapuskan melalui PSLF saja dan upaya pembebasan yang sedang berlangsung, dampak fiskalnya signifikan, dengan perkiraan efek arus kas tahunan sekitar $24 miliar selama satu dekade [129], [130]. Sementara program ini mendukung layanan publik dan stabilitas ekonomi, mereka juga menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan jangka panjang dan bahaya moral. Perluasan mekanisme pembebasan dapat mengurangi insentif pelunasan, meningkatkan beban fiskal pemerintah, dan mempersulit perencanaan anggaran [131]. Rencana berbasis pendapatan, yang menetapkan pembayaran sebagai persentase dari pendapatan diskresioner dan menawarkan pembebasan setelah 20–25 tahun, telah menarik hampir setengah dari pinjaman federal yang sedang dilunasi pada tahun 2017 [132]. Rencana ini mengurangi beban bulanan dan meningkatkan fleksibilitas keuangan, yang berpotensi mendukung konsumsi dan stabilitas ekonomi [133]. Namun, rencana ini juga menimbulkan biaya fiskal yang besar, dengan perkiraan biaya pinjaman IDR sebesar 16,9% dari jumlah yang dicairkan dibandingkan dengan biaya negatif (yaitu, keuntungan) sebesar 12,8% di bawah pelunasan standar, karena luasnya pembebasan [132].