Rarible adalah sebuah pasar NFT multirantai yang memungkinkan pengguna untuk membuat, membeli, menjual, dan memperdagangkan aset digital seperti karya seni digital, musik, video, dan objek digital unik lainnya sebagai token non-fungible (NFT) [1]. Didirikan pada tahun 2019 oleh Alexei Falin dan Alexander Salnikov, Rarible dibangun sebagai platform terdesentralisasi yang memberdayakan kreator, kolektor, dan komunitas melalui infrastruktur berbasis blockchain [2]. Platform ini mendukung berbagai blockchain utama seperti Ethereum, Polygon, Solana, Arbitrum One, dan Flow, memungkinkan fleksibilitas dalam memilih jaringan berdasarkan biaya transaksi dan kecepatan [3]. Salah satu fitur inti Rarible adalah kemampuannya untuk melakukan minting NFT tanpa memerlukan pengetahuan pemrograman, termasuk dukungan untuk lazy minting, di mana NFT dibuat secara on-chain hanya saat dibeli, sehingga mengurangi beban biaya gas awal bagi kreator [4]. Rarible juga memungkinkan penetapan royalti on-chain, memastikan kreator menerima komisi otomatis setiap kali karya mereka dijual kembali, yang menjadi bagian penting dari model monetisasi jangka panjang [5]. Platform ini menggunakan token tata kelola RARI, sebuah token ERC-20 yang memungkinkan pemegangnya berpartisipasi dalam pengambilan keputusan melalui DAO (Decentralized Autonomous Organization) [6]. Dengan model tata kelola berbasis veRARI (vote-escrowed RARI), pengguna yang mengunci token mereka memperoleh hak suara yang proporsional terhadap jumlah dan durasi penguncian, mendorong partisipasi jangka panjang [7]. Rarible juga menawarkan infrastruktur API dan SDK melalui Rarible Protocol, memungkinkan pengembang membuat pasar NFT khusus dan pengalaman koleksi berbasis Web3 [8]. Platform ini menerapkan biaya layanan 2,5% untuk setiap transaksi dan berkomitmen pada penegakan royalti dengan menghentikan agregasi pesanan dari pasar yang tidak menghormati royalti kreator [9]. Melalui kombinasi inovasi teknis, tata kelola komunitas, dan dukungan terhadap kreator, Rarible memposisikan dirinya sebagai infrastruktur terbuka dan terdesentralisasi yang mendorong ekonomi kreator di dunia Web3.

Sejarah dan Pendiri Rarible

Rarible didirikan pada tahun 2019 oleh dua pengusaha teknologi asal Rusia, Alexei Falin dan Alexander Salnikov [2]. Kedua pendiri ini memainkan peran sentral dalam merancang visi dan arah strategis platform, dengan Falin berperan sebagai CEO dan Salnikov sebagai salah satu arsitek utama pengembangan teknis [11]. Mereka berdua berambisi untuk menciptakan sebuah pasar digital yang terdesentralisasi dan inklusif, di mana para kreator dapat secara langsung terhubung dengan kolektor tanpa perantara sentral, memanfaatkan kekuatan teknologi blockchain [12].

Sejak awal, Rarible dibangun bukan hanya sebagai pasar NFT, tetapi sebagai proyek yang terbuka dan kolaboratif. Tim pengembangan terdiri dari sekelompok insinyur perangkat lunak, manajer produk, dan pakar blockchain, yang secara konsisten berfokus pada peningkatan infrastruktur platform [8]. Sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan inovasi, kode sumber Rarible dibuat tersedia secara publik melalui repositori GitHub, menjadikannya sebuah proyek open source yang dapat dikontribusikan dan diaudit oleh komunitas global [14].

Perusahaan ini beroperasi di bawah entitas hukum Rarible Inc., yang berbasis di New York, Amerika Serikat [15]. Keberadaan di yurisdiksi hukum yang mapan membantu platform dalam menavigasi tantangan regulasi yang kompleks di dunia kripto dan aset digital. Selama perjalanannya, Rarible telah berhasil menyelesaikan beberapa putaran pendanaan, termasuk putaran Seri A pada Juni 2021, yang menandai kepercayaan pasar terhadap potensi pertumbuhan dan skalabilitas platform [15]. Pendanaan ini memungkinkan tim untuk memperluas tim pengembangan, meningkatkan keamanan platform, dan memperluas dukungan terhadap lebih banyak jaringan blockchain.

Pendekatan yang diambil oleh Falin dan Salnikov menekankan pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Hal ini tercermin dari peluncuran awal token tata kelola RARI pada tahun 2020, yang menjadikan Rarible sebagai salah satu pelopor dalam penerapan model DAO (Decentralized Autonomous Organization) di ruang NFT [17]. Dengan memungkinkan pemegang token untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, mereka secara aktif mendorong transformasi platform dari entitas yang didirikan oleh tim kecil menjadi sebuah ekosistem yang dimiliki dan dikendalikan oleh komunitasnya sendiri. Strategi ini membedakan Rarible dari banyak platform NFT lainnya yang mengadopsi model sentral yang lebih tradisional.

Arsitektur Teknis dan Dukungan Blockchain

Rarible dibangun di atas arsitektur protokol terbuka yang modular dan terdesentralisasi, dirancang untuk mendukung ekosistem NFT lintas rantai yang luas. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai pasar NFT, tetapi juga sebagai infrastruktur dasar bagi pengembang dan komunitas untuk membangun aplikasi Web3 mereka sendiri. Pendekatan berbasis protokol ini membedakan Rarible dari banyak pesaingnya, karena memungkinkan interoperabilitas tinggi, skalabilitas, dan inovasi berkelanjutan melalui kerangka kerja open source [18].

Arsitektur Protokol dan Infrastruktur Terbuka

Inti dari arsitektur teknis Rarible adalah Rarible Protocol, sebuah kerangka kerja terbuka yang menyediakan antarmuka standar untuk pembuatan, perdagangan, dan manajemen token non-fungible (NFT) di berbagai blockchain. Protokol ini bersifat modular dan dapat diintegrasikan oleh pengembang untuk membangun pasar NFT khusus, aplikasi koleksi, atau alat analitik tanpa harus memulai dari awal [19]. Dengan menyediakan kontrak pintar (smart contract) dan API yang siap pakai, Rarible memungkinkan munculnya pasar komunitas yang didukung oleh protokolnya, seperti yang terlihat pada integrasi dengan Chiliz Chain untuk merek olahraga dan hiburan [20].

Platform ini juga menawarkan infrastruktur pengembang yang kuat melalui API dan SDK yang mendukung fungsi seperti pembuatan penawaran, pembelian NFT, dan penanaman fungsi perdagangan langsung ke dalam aplikasi pihak ketiga [21]. Integrasi ini diperkuat oleh dukungan untuk webhook dan data real-time, yang memungkinkan pengembangan aplikasi NFT yang kompleks dan interaktif [8]. Selain itu, Rarible mendukung konsep "Multi-Wallet Profile", yang memungkinkan pengguna menghubungkan beberapa dompet dari blockchain berbeda ke dalam satu profil, sehingga memudahkan manajemen NFT lintas jaringan [23].

Dukungan Multi-Rantai dan Interoperabilitas

Rarible adalah platform multirantai yang mendukung berbagai jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Polygon, Arbitrum One, Solana, Flow, Base, Aptos, Moonbeam, Lisk, Celo, zkSync Era, Immutable X, Chiliz Chain, Berachain, Electroneum, HyperEVM, Injective, Goat Network, dan Aleph Zero [3]. Dukungan multi-rantai ini memberikan fleksibilitas kepada kreator dan kolektor untuk memilih jaringan berdasarkan biaya transaksi, kecepatan, dan preferensi pribadi. Misalnya, pengguna dapat memilih Polygon untuk biaya gas rendah atau tetap menggunakan Ethereum untuk keamanan dan ekosistem yang mapan [25].

Untuk meningkatkan interoperabilitas lintas rantai, Rarible bermitra dengan Analog, sebuah protokol interoperabilitas omni-chain, yang memungkinkan pertukaran NFT yang mulus antar blockchain [26]. Integrasi ini memanfaatkan platform Layer-0 dari Analog untuk memvalidasi dan mengomunikasikan data acara antar jaringan, mengurangi kompleksitas transaksi lintas rantai dan meningkatkan pengalaman pengguna [27]. Selain itu, Rarible mendukung lazy minting, di mana NFT dibuat secara on-chain hanya saat dibeli, sehingga mengurangi beban biaya gas awal bagi kreator dan meningkatkan aksesibilitas [4].

Standar Token dan Kontrak Pintar

Rarible mendukung dua standar token utama pada blockchain yang kompatibel dengan EVM (Ethereum Virtual Machine): ERC-721 dan ERC-1155. Standar ERC-721 digunakan untuk NFT unik dan tidak dapat dibagi, di mana setiap token memiliki identitas dan metadata yang unik, menjadikannya ideal untuk karya seni digital dan koleksi langka [29]. Di sisi lain, ERC-1155 menawarkan fleksibilitas yang lebih besar karena dapat mengelola token non-fungible, fungible, dan semi-fungible dalam satu kontrak pintar. Keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk melakukan transfer batch, yang secara signifikan mengurangi biaya gas dan meningkatkan skalabilitas, menjadikannya cocok untuk kasus penggunaan seperti game atau keanggotaan [30].

Kontrak pintar Rarible tersedia secara publik di GitHub, yang memastikan transparansi, keamanan, dan kemampuan untuk diaudit oleh komunitas [31]. Pendekatan open source ini memperkuat kepercayaan terhadap platform dan mendorong inovasi kolaboratif. Selain itu, Rarible telah mengembangkan solusi khusus seperti RARI Chain, sebuah blockchain Layer-2 berbasis Arbitrum, yang dirancang khusus untuk menegakkan royalti kreator secara on-chain dan mendukung fitur NFT canggih lainnya [32].

Proses Membuat dan Membeli NFT

Proses membuat dan membeli NFT di Rarible dirancang untuk menjadi intuitif dan ramah pengguna, bahkan bagi individu tanpa pengalaman teknis atau pengetahuan pemrograman JavaScript. Sebagai pasar NFT multirantai, Rarible mendukung berbagai blockchain seperti Ethereum, Polygon, Solana, dan Arbitrum One, memungkinkan fleksibilitas tinggi bagi kreator dan kolektor dalam memilih jaringan berdasarkan biaya transaksi dan kecepatan [33]. Proses ini mencakup dua alur utama: penciptaan (atau minting) dan pembelian, keduanya didukung oleh infrastruktur berbasis smart contract yang transparan dan aman.

Membuat NFT di Rarible

Proses pembuatan NFT di Rarible, yang dikenal sebagai minting, terdiri dari beberapa langkah sederhana yang dapat diikuti oleh siapa saja. Langkah pertama adalah menghubungkan dompet kripto kompatibel ke akun Rarible. Dompet yang didukung termasuk MetaMask, Trust Wallet, dan solusi berbasis WalletConnect, memastikan keamanan dan kemudahan akses terhadap aset digital pengguna [33].

Setelah dompet terhubung, pengguna dapat memulai proses dengan mengklik tombol “Create” di situs web Rarible dan memilih opsi “NFT”. Selanjutnya, pengguna harus memilih blockchain tempat NFT akan dibuat, seperti Ethereum untuk keamanan tinggi atau Polygon untuk biaya gas yang lebih rendah [33]. Pemilihan blockchain ini krusial karena menentukan biaya transaksi dan kompatibilitas NFT dengan ekosistem lainnya.

Pengguna kemudian memilih jenis NFT: “Single” untuk satu salinan unik atau “Multiple” untuk edisi terbatas dengan beberapa salinan. Setelah itu, file digital diunggah ke platform. Rarible mendukung berbagai format, termasuk JPEG, PNG, GIF, MP4, dan MP3, memungkinkan berbagai bentuk karya seperti seni digital, musik, video, dan model 3D [33]. Setelah unggahan, pengguna menambahkan metadta seperti judul, deskripsi, dan kata kunci untuk meningkatkan visibilitas dan pencarian NFT.

Sebagai langkah opsional, NFT dapat ditambahkan ke dalam sebuah koleksi untuk mengelompokkan karya serupa. Pengguna juga dapat mengatur opsi penjualan, termasuk menetapkan harga tetap atau memilih format lelang. Fitur penting yang ditawarkan Rarible adalah lazy minting, di mana NFT tidak langsung ditulis ke blockchain saat pembuatan, melainkan hanya saat dibeli. Dalam skenario ini, pembeli yang menanggung biaya gas, sehingga mengurangi beban awal bagi kreator [4]. Proses ini diakhiri dengan konfirmasi transaksi di dompet, yang menyelesaikan proses minting.

Membeli NFT di Rarible

Proses pembelian NFT di Rarible juga dirancang untuk menjadi sederhana dan aman. Langkah pertama adalah menghubungkan dompet kripto yang sama seperti saat membuat NFT. Dompet harus diisi dengan kriptokurensi yang sesuai, seperti ETH untuk jaringan Ethereum atau MATIC untuk Polygon, untuk menutupi harga NFT dan biaya transaksi [38].

Pengguna kemudian dapat menelusuri pasar untuk menemukan NFT yang diinginkan. Setelah memilih NFT, mereka dapat melihat detail penting seperti harga, pemilik saat ini, dan atribut karya. Jika NFT dijual dengan harga tetap, pengguna cukup mengklik “Buy now” dan mengonfirmasi transaksi di dompet mereka. Untuk lelang, pengguna dapat menawar dengan menetapkan jumlah yang mereka ingin bayarkan [39]. Setelah penawaran diterima atau pembelian selesai, NFT secara otomatis ditransfer ke dompet yang terhubung dan dapat dilihat di profil Rarible pengguna [40].

Biaya dan Metode Pembayaran

Rarible menerapkan biaya layanan sebesar 2,5% untuk setiap transaksi, yang dibebankan kepada pembeli atau penjual tergantung pada jenis transaksi [41]. Selain itu, biaya gas (gas fees) berlaku tergantung pada blockchain yang digunakan. Biaya ini dibayarkan ke jaringan blockchain sebagai insentif bagi penambang atau validator. Metode pembayaran yang didukung termasuk ETH, MATIC, MANA, dan token asli platform RARI, memungkinkan fleksibilitas dalam bertransaksi [41]. Penggunaan berbagai kriptokurensi ini mencerminkan komitmen Rarible terhadap inklusivitas dan aksesibilitas dalam ekosistem Web3.

Token RARI dan Tata Kelola DAO

Token RARI adalah inti dari struktur tata kelola terdesentralisasi platform ini, berfungsi sebagai token tata kelola ERC-20 yang memungkinkan pemegangnya untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan melalui DAO (Decentralized Autonomous Organization) [43]. Dengan total pasokan maksimum sebanyak 25 juta token, RARI dirancang untuk mendukung model ekonomi yang berkelanjutan dan mendorong keterlibatan jangka panjang dari komunitas pengguna, kreator, dan kolektor [7]. Platform ini memanfaatkan mekanisme veRARI (vote-escrowed RARI), di mana pengguna yang mengunci token RARI mereka memperoleh hak suara yang proporsional terhadap jumlah dan durasi penguncian, sehingga mendorong komitmen jangka panjang terhadap ekosistem [45].

Mekanisme Tata Kelola dan Partisipasi Komunitas

Tata kelola Rarible beroperasi melalui DAO yang transparan dan berbasis komunitas, di mana keputusan strategis mengenai pengembangan protokol, alokasi dana treasury, serta pengelolaan dana kreator dilakukan melalui pemungutan suara on-chain [6]. Untuk mengajukan proposal, seorang anggota komunitas membutuhkan setidaknya 5.000 veRARI, yang memastikan bahwa hanya individu yang berkomitmen tinggi yang dapat memengaruhi agenda pengambilan keputusan [47]. Proses ini dimulai dari diskusi awal di forum komunitas seperti RARI Foundation Forum, dilanjutkan dengan penyusunan proposal formal, dan berakhir dengan pemungutan suara yang dilakukan melalui platform seperti Tally, yang menjamin transparansi dan ketidakberubahan hasil [47].

Selain itu, sistem delegasi suara memungkinkan pemegang token yang tidak ingin atau tidak dapat berpartisipasi langsung untuk menyerahkan hak suara mereka kepada perwakilan tepercaya, yang dikenal sebagai delegasi [49]. Mekanisme ini meningkatkan efisiensi tata kelola dan memungkinkan partisipasi yang lebih luas, terutama bagi pemegang token kecil, sambil tetap menjaga integritas proses demokratis [49]. Keputusan yang disetujui kemudian diimplementasikan secara otomatis melalui smart contract, meminimalkan keterlibatan pihak ketiga dan memperkuat prinsip desentralisasi [51].

Insentif dan Manfaat bagi Pemegang Token

Rarible menerapkan berbagai mekanisme insentif untuk mendorong keterlibatan aktif dalam ekosistem. Program Rarible Rewards memberikan imbalan dalam bentuk token RARI kepada pengguna yang aktif membeli, menjual, atau menciptakan NFT di platform, yang kemudian dapat dikonversi menjadi hak suara melalui penguncian menjadi veRARI [52]. Selain itu, program staking RARI memungkinkan pengguna mengunci token mereka untuk mendapatkan imbal hasil pasif, serta akses eksklusif ke fitur-fitur khusus seperti diskon biaya transaksi, saluran komunitas eksklusif di Discord, dan partisipasi dalam NFT drop khusus [53].

Pengguna yang mengunci minimal 100 RARI juga memperoleh status Prime, yang memberikan manfaat tambahan seperti kemungkinan perdagangan tanpa biaya layanan (0%) [43]. Insentif ini tidak hanya meningkatkan retensi pengguna, tetapi juga memperkuat ekonomi token dengan menciptakan permintaan berkelanjutan terhadap RARI, yang pada gilirannya mendukung stabilitas dan keberlanjutan jangka panjang dari model tata kelola [55].

Keberlanjutan Ekonomi dan Perlindungan Keamanan

Untuk memastikan keberlanjutan ekonomi jangka panjang, Rarible menerapkan model token berbasis biaya (fee-backed model), di mana sebagian dari pendapatan biaya transaksi digunakan untuk membeli kembali dan membakar token RARI, atau mendistribusikannya kembali sebagai hadiah kepada peserta aktif [56]. Kombinasi antara pasokan token yang tetap dan mekanisme insentif berbasis aktivitas ini menciptakan ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan secara ekonomi, mengurangi ketergantungan pada penjualan token baru atau spekulasi jangka pendek [57].

Sebagai perlindungan terhadap ancaman keamanan atau kebutuhan pembaruan darurat, Rarible memiliki Dewan Keamanan (Security Council), sebuah tim multi-sig tiga orang yang dapat melakukan intervensi dalam situasi kritis tanpa mengganggu struktur desentralisasi secara keseluruhan [58]. Dewan ini dirancang sebagai mekanisme darurat untuk memperbaiki kerentanan atau mengatasi masalah teknis mendesak, sambil tetap menjaga komitmen terhadap pengembangan protokol yang dikendalikan oleh komunitas dalam jangka panjang [58]. Pendekatan hibrida ini memungkinkan keseimbangan antara responsivitas operasional dan prinsip desentralisasi yang ketat.

Model Monetisasi dan Royalti untuk Kreator

Rarible menawarkan model monetisasi yang inovatif bagi para kreator digital, memungkinkan mereka tidak hanya memperoleh pendapatan dari penjualan awal karya mereka, tetapi juga mendapatkan aliran pendapatan berkelanjutan melalui sistem royalti on-chain. Dengan menggabungkan teknologi smart contract, insentif berbasis token, dan struktur tata kelola yang melibatkan komunitas, platform ini menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan ekonomi bagi seniman digital, musisi, dan kolektor. Salah satu pilar utama model ini adalah kemampuan untuk menetapkan royalti on-chain yang dijalankan secara otomatis setiap kali karya seni digital dijual kembali, memastikan bahwa kreator terus mendapat kompensasi dari nilai yang berkembang dari karya mereka [5].

Royalti Berkelanjutan dan Enkripsi Otomatis

Fitur inti dari monetisasi di Rarible adalah sistem royalti yang dapat dikonfigurasi oleh kreator saat proses minting NFT. Melalui antarmuka pengguna yang ramah, kreator dapat menentukan persentase royalti—biasanya berkisar antara 5% hingga 15%—yang akan diterima secara otomatis setiap kali NFT mereka dijual kembali di pasar sekunder [61]. Royalti ini dienkapsulasi dalam smart contract berbasis standar seperti ERC-721 dan ERC-1155, yang menjamin eksekusi transparan dan tidak dapat diubah di atas blockchain. Dengan demikian, kreator tidak perlu bergantung pada kepercayaan terhadap pembeli atau platform lain, karena pembayaran dilakukan secara langsung oleh protokol [62].

Rarible juga mendukung model canggih seperti Split Royalties, yang memungkinkan kreator untuk membagi pendapatan royalti dengan beberapa pihak, seperti kolaborator, produser, atau bahkan organisasi nirlaba [63]. Melalui pengaturan alamat penerima dalam kontrak, sistem ini mendukung model distribusi pendapatan yang adil dan transparan, sangat cocok untuk proyek kolaboratif di dunia Web3. Selain itu, kreator dapat mengonfigurasi royalti untuk koleksi eksternal yang tidak dibuat langsung di Rarible, memperluas perlindungan pendapatan mereka di seluruh ekosistem NFT yang kompatibel [64].

Penegakan Royalti dan Perlindungan Kreator

Salah satu tantangan utama dalam ekosistem NFT adalah upaya pasar lain untuk menghindari pembayaran royalti dengan menawarkan opsi "royalty bypass". Rarible secara aktif melawan praktik ini dengan menghentikan agregasi pesanan dari platform seperti OpenSea, LooksRare, dan x2y2 yang tidak menghormati royalti kreator [9]. Kebijakan ini menegaskan komitmen Rarible terhadap hak ekonomi kreator dan memposisikan platform sebagai pelindung utama bagi seniman digital di era DeFi.

Untuk memperkuat penegakan royalti, Rarible memperkenalkan RARI Chain, sebuah solusi Layer-2 berbasis Arbitrum yang memungkinkan penegakan royalti secara on-chain yang mengikat [66]. Dengan infrastruktur ini, kreator dapat yakin bahwa royalti mereka tidak hanya dijanjikan, tetapi juga dijamin secara teknis oleh protokol, meningkatkan kepercayaan dan keberlanjutan jangka panjang dari model monetisasi mereka [67].

Insentif Ekonomi dan Program Dukungan Kreator

Selain royalti, Rarible menawarkan berbagai insentif ekonomi untuk mendorong partisipasi aktif dari kreator melalui token RARI. Melalui Rarible Rewards Program, kreator dan kolektor aktif memperoleh token $RARI sebagai hadiah atas aktivitas perdagangan mereka, menciptakan mekanisme "liquidity mining" yang menghubungkan kontribusi langsung dengan kepemilikan ekosistem [52]. Lebih dari 60% dari total pasokan maksimum 25 juta token $RARI dialokasikan untuk insentif berbasis aktivitas, memperkuat model ekonomi yang berpusat pada komunitas [69].

Platform ini juga meluncurkan Rarible Creator Fund, sebuah dana senilai 100.000 $RARI yang mendanai proyek kreatif dengan hibah antara 2.500 hingga 20.000 $RARI [70]. Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga bantuan teknis dan pemasaran, memperkuat ekosistem kreator dan mendorong inovasi berkelanjutan. Dukungan ini mencerminkan komitmen Rarible terhadap ekonomi kreator yang berkelanjutan, di mana nilai yang dihasilkan dari transaksi kembali ke dalam pengembangan komunitas.

Model Bisnis dan Keberlanjutan Jangka Panjang

Rarible menghasilkan pendapatan melalui biaya layanan sebesar 2,5% dari setiap transaksi, yang sebagian digunakan untuk mendukung operasi platform dan juga dialirkan kembali ke ekosistem melalui pembelian kembali token dan program hadiah [71]. Model "fee-backed token" ini menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan, di mana pertumbuhan volume perdagangan secara langsung memperkuat nilai token dan insentif bagi pengguna [55].

Dengan menggabungkan penegakan royalti, insentif berbasis token, dan pendanaan langsung bagi kreator, Rarible tidak hanya menjadi pasar NFT, tetapi juga infrastruktur ekonomi kreator yang terdesentralisasi. Melalui pendekatan ini, platform berhasil menciptakan model monetisasi yang adil, transparan, dan berkelanjutan, menetapkan standar baru dalam industri seni digital dan mendukung visi kepemilikan digital yang sejati di dunia ekonomi kreator [73].

Interoperabilitas dan Infrastruktur Pengembang

Rarible menonjol sebagai platform NFT multirantai yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas tingkat tinggi dan menyediakan infrastruktur pengembang yang kuat bagi pembuatan aplikasi berbasis Web3. Melalui pendekatan protokol terbuka dan arsitektur multirantai, Rarible memungkinkan pengembang untuk membangun pasar NFT khusus, mengintegrasikan fungsionalitas perdagangan, dan memanfaatkan standar token yang mapan seperti ERC-721 dan ERC-1155 [18]. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai pasar NFT, tetapi juga sebagai infrastruktur dasar bagi ekosistem Web3 yang lebih luas, memungkinkan inovasi lintas sektor seperti seni digital, game, dan kepemilikan digital.

Interoperabilitas Lintas Blockchain dan Multi-Rantai

Rarible mendukung berbagai blockchain utama, termasuk Ethereum, Polygon, Arbitrum One, Solana, Aptos, Lisk, Moonbeam, Celo, zkSync Era, Immutable X, Chiliz Chain, Aleph Zero, dan lainnya [3]. Dukungan multirantai ini memungkinkan pengguna untuk memilih jaringan berdasarkan biaya transaksi, kecepatan, dan preferensi ekosistem, sehingga meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas. Misalnya, pengguna dapat memilih Polygon untuk gas fee rendah atau Ethereum untuk keamanan dan likuiditas yang lebih tinggi [25].

Keunggulan utama Rarible terletak pada kemampuannya untuk memfasilitasi interoperabilitas antar blockchain. Fitur seperti Multi-Wallet Profile memungkinkan pengguna menghubungkan beberapa dompet dari blockchain berbeda ke dalam satu profil terpadu, sehingga memudahkan manajemen koleksi NFT lintas rantai [23]. Selain itu, Rarible telah bermitra dengan Analog, sebuah protokol interoperabilitas omni-chain, untuk memungkinkan pertukaran NFT yang mulus antar blockchain dengan validasi peristiwa lintas jaringan [26]. Integrasi ini mengurangi kompleksitas transaksi lintas rantai dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Infrastruktur Pengembang dan Rarible Protocol

Inti dari kemampuan pengembangan di Rarible adalah Rarible Protocol, sebuah kerangka kerja sumber terbuka dan terdesentralisasi yang memungkinkan pengembang membangun pasar NFT, dompet, alat analitik, dan aplikasi Web3 lainnya [18]. Protokol ini menyediakan antarmuka standar untuk smart contract, API, dan SDK, sehingga memungkinkan modularitas, keterulangan, dan efisiensi dalam pengembangan [19]. Dengan menggunakan protokol ini, pengembang dapat menghindari pembuatan dari nol dan memanfaatkan infrastruktur yang telah teruji.

Rarible menyediakan API dan SDK yang kuat untuk memfasilitasi integrasi pihak ketiga. API ini mendukung fitur seperti pembuatan penawaran, pembelian NFT, dan penanaman fungsi perdagangan langsung ke dalam aplikasi lain [21]. Selain itu, API mendukung webhook dan data real-time, memungkinkan pengembangan aplikasi interaktif dan responsif [8]. Pengembang juga dapat memanfaatkan paket npm seperti @rarible/exchange-v2 untuk mengintegrasikan fungsionalitas perdagangan secara langsung [83]. Melalui infrastruktur ini, Rarible berfungsi sebagai layanan pasar NFT (marketplace-as-a-service), memungkinkan komunitas, merek, atau proyek untuk meluncurkan pasar NFT mereka sendiri berbasis protokol Rarible [84].

Standar Token dan Fungsionalitas NFT

Rarible sepenuhnya mendukung standar token NFT utama, yaitu ERC-721 untuk token non-fungible dan ERC-1155 untuk token semi-fungible dan fungible dalam satu kontrak [29]. Dukungan terhadap ERC-1155 memberikan keunggulan signifikan dalam efisiensi, karena memungkinkan transfer batch (batch transfers), yang mengurangi biaya gas dan meningkatkan skalabilitas, terutama untuk kasus penggunaan seperti game dan koleksi dengan banyak variasi [30]. Fitur seperti lazy minting juga diimplementasikan melalui kontrak pintar Rarible, memungkinkan kreator membagikan NFT tanpa biaya gas awal, yang baru dibayar oleh pembeli saat transaksi terjadi [4].

Protokol Rarible juga mendukung penetapan royalti on-chain dan model royalti terpisah (split royalties), yang memungkinkan kreator membagi pendapatan dari penjualan sekunder dengan kolaborator atau organisasi amal [63]. Fungsionalitas ini diperkuat oleh kontrak khusus yang memungkinkan kreator mengonfigurasi penerima dan persentase royalti secara langsung di blockchain, memastikan transparansi dan eksekusi otomatis [64]. Dengan menggabungkan standar token yang kuat, dukungan multirantai, dan alat pengembang yang komprehensif, Rarible memposisikan dirinya sebagai infrastruktur terbuka yang mendorong inovasi dan pertumbuhan ekosistem NFT yang lebih inklusif dan terdesentralisasi [20].

Kepemilikan Digital dan Hak Cipta

Kepemilikan digital dan hak cipta merupakan aspek krusial dalam ekosistem berbasis blockchain, terutama di pasar NFT seperti Rarible. Platform ini berperan penting dalam mendefinisikan kembali bagaimana kepemilikan, hak cipta, dan nilai dipersepsikan dalam konteks seni digital dan aset digital lainnya. Melalui teknologi smart contract dan standar token seperti ERC-721 dan ERC-1155, Rarible memungkinkan penciptaan sertifikat kepemilikan digital yang transparan, tidak dapat dipalsukan, dan dapat dilacak secara publik [91]. Namun, penting untuk memahami bahwa kepemilikan token NFT tidak serta-merta berarti kepemilikan hak cipta atas karya digital yang mendasarinya, sebuah distingsi yang sering menimbulkan kebingungan di kalangan pembeli dan pencipta.

Lisensi dan Hak Cipta dalam Transaksi NFT

Rarible mengatasi ketidakjelasan hukum ini dengan menyediakan kerangka kerja lisensi standar melalui repositori "Rarible NFT License" di GitHub [92]. Salah satu varian yang disediakan, "Variant E", menawarkan lisensi eksklusif kepada pembeli NFT, yang mencakup hak untuk menggunakan, menyalin, dan mempublikasikan karya secara komersial [93]. Meskipun repositori ini diarsipkan pada Desember 2023, dokumen-dokumen tersebut tetap menjadi referensi penting bagi pencipta dan pembeli dalam menetapkan hak penggunaan. Pencipta memilih lisensi yang sesuai saat proses minting, sehingga kondisi hak cipta dan penggunaan dikomunikasikan secara eksplisit sebelum transaksi terjadi. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko pelanggaran hak cipta dan meningkatkan kejelasan hukum, meskipun tantangan tetap ada karena tidak adanya regulasi khusus untuk NFT di banyak yurisdiksi, termasuk ketentuan dalam hukum hak cipta yang tidak secara otomatis mengalihkan hak kepemilikan intelektual saat token dibeli [94].

Penegakan Royalti dan Model Pendapatan Berkelanjutan

Salah satu inovasi utama Rarible dalam mendukung hak ekonomi pencipta adalah implementasi sistem royalti on-chain yang dapat ditegakkan. Saat pencipta membuat NFT, mereka dapat menetapkan persentase royalti yang akan diterima secara otomatis setiap kali karya tersebut dijual kembali di pasar sekunder [5]. Royalti ini dieksekusi oleh smart contract dan diproses secara transparan, memastikan bahwa pencipta terus mendapatkan kompensasi dari apresiasi nilai karya mereka. Untuk melindungi pendapatan ini, Rarible mengambil langkah strategis pada September 2023 dengan menghentikan agregasi pesanan dari pasar seperti OpenSea dan LooksRare yang memungkinkan pembeli untuk menghindari pembayaran royalti [9]. Langkah ini menegaskan komitmen platform terhadap model ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi pencipta, menjadikannya pilihan utama bagi seniman digital yang mencari perlindungan terhadap hak cipta mereka.

Model Split Royalty dan Kolaborasi Kreatif

Melampaui royalti tradisional, Rarible memperkenalkan model split royalty yang inovatif, memungkinkan pendapatan dari penjualan sekunder dibagi ke beberapa alamat penerima [63]. Fitur ini sangat berharga untuk proyek kolaboratif, di mana beberapa individu—seperti ilustrator, musisi, atau penulis—berkontribusi terhadap karya yang sama. Pencipta dapat mengonfigurasi kontrak pintar untuk mengalokasikan persentase tertentu kepada setiap kontributor atau bahkan organisasi nirlaba. Misalnya, 8% bisa diberikan kepada pencipta utama, 1% kepada kolaborator, dan 1% lagi untuk amal. Model ini mendorong distribusi pendapatan yang adil dan mendukung dimensi sosial dari seni digital, memperluas konsep kepemilikan digital menjadi bentuk kerja sama yang terdesentralisasi.

Penyadaran atas Kepemilikan Digital dan Nilai Seni

Rarible memainkan peran sentral dalam membangun kesadaran akan kepemilikan digital dan hak cipta. Dengan menyediakan sertifikat kepemilikan yang tidak dapat dipalsukan di blockchain, platform ini menetapkan standar baru untuk otentikasi dan keaslian karya seni digital [98]. Ini menciptakan kelangkaan digital yang sebelumnya tidak mungkin ada, yang pada gilirannya menciptakan nilai ekonomi. Platform ini juga mendukung tokenisasi karya seni fisik melalui kemitraan dengan layanan seperti OwnerChip, menciptakan model kepemilikan hibrida ("phygital") yang menghubungkan dunia fisik dan digital [99]. Melalui inisiatif seperti Rarible Creator Fund, yang menyediakan pendanaan dan dukungan teknis kepada pencipta, platform ini memperkuat legitimasi seni digital sebagai bentuk kepemilikan yang berharga dan layak dilindungi [70]. Dengan demikian, Rarible tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi katalis untuk normalisasi kepemilikan digital dan transformasi persepsi nilai dalam pasar seni kontemporer.

Tantangan dan Strategi Kompetitif

Rarible menghadapi persaingan ketat di pasar pasar NFT yang didominasi oleh raksasa seperti OpenSea dan Blur, yang memiliki basis pengguna yang lebih besar, volume perdagangan yang lebih tinggi, dan visibilitas pasar yang lebih luas. Sebagai contoh, OpenSea mencatat volume perdagangan puncak hingga 5 miliar dolar AS pada Januari 2022 dan memiliki lebih dari 1,5 juta pengguna aktif bulanan, menjadikannya pemimpin pasar yang sulit ditandingi [101]. Dalam konteks ini, Rarible harus menghadapi tantangan struktural terkait likuiditas yang lebih rendah dan jangkauan yang lebih kecil, yang dapat memengaruhi daya tarik platform bagi kreator dan kolektor yang mencari eksposur maksimal [101]. Selain itu, beberapa pasar sekunder seperti x2y2 dan LooksRare telah memilih untuk tidak menegakkan royalti secara default, menawarkan insentif kepada pembeli untuk menghindari pembayaran komisi kepada kreator, yang mengancam model monetisasi jangka panjang para pencipta [9].

Untuk mengatasi tantangan ini, Rarible mengadopsi strategi diferensiasi yang kuat dengan memposisikan dirinya sebagai platform berbasis DAO (Decentralized Autonomous Organization) yang benar-benar terdesentralisasi dan berpusat pada komunitas. Berbeda dengan struktur terpusat OpenSea, Rarible menggunakan token tata kelola RARI, sebuah token ERC-20, yang memberi pemegangnya hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan melalui proses pemungutan suara on-chain [43]. Model tata kelola ini mendorong keterlibatan jangka panjang melalui mekanisme veRARI (vote-escrowed RARI), di mana pengguna yang mengunci token mereka memperoleh bobot suara yang lebih besar, sehingga mendorong kepemilikan komunitas dan mengurangi spekulasi jangka pendek [7]. Strategi ini membedakan Rarible sebagai alternatif yang berorientasi pada kreator dalam ekosistem Web3.

Strategi Deferensiasi Berbasis Teknologi dan Tata Kelola

Rarible memperkuat posisinya melalui inovasi teknologi dan komitmen terhadap prinsip-prinsip terdesentralisasi. Salah satu strategi kompetitif utama adalah pendirian Rarible Protocol, sebuah infrastruktur protokol berbasis open-source yang memungkinkan pengembang membangun pasar NFT khusus dan pengalaman koleksi di berbagai blockchain seperti Ethereum, Polygon, Arbitrum One, dan Flow [18]. Pendekatan ini mengubah Rarible dari sekadar pasar menjadi penyedia infrastruktur, memungkinkan pembuatan komunitas pasar yang didukung protokol dan memperluas ekosistem secara organik [84]. Selain itu, Rarible telah mengintegrasikan solusi skalabilitas seperti Arbitrum, yang menggunakan teknologi rollup optimis untuk mengurangi biaya gas dan meningkatkan kecepatan transaksi, serta mendukung jaringan khusus seperti RARI Chain untuk menegakkan royalti secara on-chain [108].

Penegakan Royalti dan Dukungan terhadap Kreator

Sebagai bagian dari strategi kompetitifnya, Rarible secara aktif melindungi pendapatan kreator dengan menegakkan royalti on-chain. Pada September 2023, platform mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan agregasi pesanan dari pasar seperti OpenSea, LooksRare, dan x2y2 yang tidak menghormati royalti kreator [9]. Langkah ini menegaskan komitmen Rarible terhadap ekonomi kreator dan membedakannya dari pesaing yang mengorbankan royalti demi volume perdagangan. Platform juga mendukung model Split Royalties, yang memungkinkan kreator membagi pendapatan dari penjualan sekunder dengan kolaborator atau organisasi nirlaba, memperluas fleksibilitas model pendapatan [63]. Untuk memperkuat dukungan lebih lanjut, Rarible meluncurkan Rarible Creator Fund, sebuah dana senilai 100.000 dolar AS yang memberikan hibah kepada proyek kreatif untuk mendorong inovasi di dalam ekosistem [70].

Model Token dan Insentif Berkelanjutan

Untuk memastikan keberlanjutan ekonomi jangka panjang, Rarible menerapkan model token berbasis biaya, di mana sebagian dari biaya transaksi 2,5% digunakan untuk membeli kembali dan membakar token RARI atau mendistribusikannya kembali kepada komunitas melalui program insentif [55]. Program Rarible Rewards memberi penghargaan kepada pengguna aktif dengan token RARI berdasarkan aktivitas perdagangan mereka, menciptakan siklus insentif yang memperkuat partisipasi dan likuiditas [52]. Selain itu, pengguna yang mengunci RARI untuk mendapatkan veRARI mendapatkan manfaat seperti perdagangan gratis, akses ke saluran komunitas eksklusif, dan status Prime, yang semuanya dirancang untuk meningkatkan retensi dan keterlibatan [43]. Dengan menggabungkan insentif ekonomi, tata kelola berbasis komunitas, dan teknologi terbuka, Rarible membangun fondasi strategis yang berkelanjutan untuk bersaing di lanskap pasar NFT yang dinamis.

Referensi