Optimistic Rollups adalah solusi penskalaan lapisan kedua (lapisan dua) yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan mengurangi biaya pada blockchain seperti , tanpa mengorbankan keamanan jaringan inti. Teknologi ini memproses transaksi di luar rantai (off-chain), menggabungkannya ke dalam batch, lalu menyimpan hasilnya secara ringkas di blockchain utama (on-chain), sering kali dalam bentuk calldata atau melalui penyimpanan blob data untuk efisiensi biaya [1]. Prinsip utamanya bersifat "optimistis", yaitu semua transaksi dianggap valid secara default, kecuali ada pihak yang membuktikan sebaliknya dalam periode tertentu. Keamanan dipertahankan melalui mekanisme bukti penipuan (Fraud Proof), di mana pihak ketiga seperti validator atau pengawas dapat menantang transaksi yang dicurigai tidak valid, memicu proses verifikasi ulang di jaringan utama. Jika penipuan terbukti, pelaku akan dihukum melalui mekanisme slashing, sedangkan pelapor jujur bisa mendapatkan hadiah. Dibandingkan dengan solusi penskalaan lain seperti ZK-Rollups, yang menggunakan bukti kriptografi langsung, Optimistic Rollups menawarkan kompatibilitas yang lebih baik dengan aplikasi berbasis Ethereum Virtual Machine, tetapi memiliki waktu finalitas yang lebih lama, biasanya sekitar tujuh hari. Proyek-proyek utama seperti Optimism, Arbitrum, dan Base telah mengadopsi teknologi ini, memungkinkan pengembang membangun aplikasi terdesentralisasi (aplikasi terdesentralisasi) dengan biaya lebih rendah dan kecepatan lebih tinggi. Integrasi dengan kontrak pintar (kontrak pintar) di lapisan satu memungkinkan manajemen aman untuk deposit dan penarikan melalui jembatan (bridge blockchain), meskipun penarikan memerlukan waktu tunggu untuk memastikan keamanan. Perkembangan masa depan seperti Proto-Danksharding bertujuan untuk lebih menurunkan biaya penyimpanan data dan meningkatkan skalabilitas secara signifikan.

Pengantar dan Definisi Optimistic Rollups

Optimistic Rollups adalah solusi penskalaan lapisan dua (lapisan dua) yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan mengurangi biaya pada blockchain seperti , tanpa mengorbankan keamanan jaringan inti. Teknologi ini memproses transaksi di luar rantai (off-chain), menggabungkannya ke dalam batch, lalu menyimpan hasilnya secara ringkas di blockchain utama (on-chain), sering kali dalam bentuk calldata atau melalui penyimpanan blob data untuk efisiensi biaya [1]. Prinsip utamanya bersifat "optimistis", yaitu semua transaksi dianggap valid secara default, kecuali ada pihak yang membuktikan sebaliknya dalam periode tertentu. Keamanan dipertahankan melalui mekanisme bukti penipuan (Fraud Proof), di mana pihak ketiga seperti validator atau pengawas dapat menantang transaksi yang dicurigai tidak valid, memicu proses verifikasi ulang di jaringan utama. Jika penipuan terbukti, pelaku akan dihukum melalui mekanisme slashing, sedangkan pelapor jujur bisa mendapatkan hadiah. Dibandingkan dengan solusi penskalaan lain seperti ZK-Rollups, yang menggunakan bukti kriptografi langsung, Optimistic Rollups menawarkan kompatibilitas yang lebih baik dengan aplikasi berbasis Ethereum Virtual Machine, tetapi memiliki waktu finalitas yang lebih lama, biasanya sekitar tujuh hari. Proyek-proyek utama seperti Optimism, Arbitrum, dan Base telah mengadopsi teknologi ini, memungkinkan pengembang membangun aplikasi terdesentralisasi (aplikasi terdesentralisasi) dengan biaya lebih rendah dan kecepatan lebih tinggi. Integrasi dengan kontrak pintar (kontrak pintar) di lapisan satu memungkinkan manajemen aman untuk deposit dan penarikan melalui jembatan (bridge blockchain), meskipun penarikan memerlukan waktu tunggu untuk memastikan keamanan. Perkembangan masa depan seperti Proto-Danksharding bertujuan untuk lebih menurunkan biaya penyimpanan data dan meningkatkan skalabilitas secara signifikan.

Prinsip Dasar dan Mekanisme Kerja

Optimistic Rollups beroperasi berdasarkan prinsip optimisme, di mana semua transaksi yang diproses di luar rantai (off-chain) dianggap valid secara default. Proses ini memungkinkan peningkatan signifikan dalam efisiensi dan kecepatan transaksi karena tidak setiap transaksi harus diverifikasi secara langsung di blockchain utama (Ethereum). Transaksi dikumpulkan dan dieksekusi dalam batch oleh entitas yang disebut sequencer, yang kemudian mengirim ringkasan hasilnya ke lapisan satu. Data transaksi ini biasanya disimpan sebagai calldata atau dalam bentuk blob data, yang merupakan metode hemat biaya untuk mempertahankan ketersediaan data (data availability) [1]. Meskipun eksekusi terjadi di luar rantai, keamanan akhirnya bergantung pada jaringan utama, karena semua data transaksi tersedia secara publik untuk diverifikasi oleh pihak ketiga.

Keamanan dan Mekanisme Challenge Period

Keamanan Optimistic Rollups tidak berasal dari verifikasi segera, tetapi dari kemungkinan adanya tantangan terhadap transaksi yang dicurigai. Setelah batch transaksi dipublikasikan ke blockchain utama, dimulailah periode yang dikenal sebagai Challenge Period (periode tantangan), yang biasanya berlangsung sekitar tujuh hari [4]. Selama periode ini, validator atau pengawas jaringan (watchers) dapat memeriksa keabsahan batch tersebut. Jika ditemukan transaksi yang tidak valid, pihak tersebut dapat mengajukan bukti penipuan. Jika bukti ini berhasil diverifikasi di jaringan utama, maka perubahan status yang tidak valid akan dibatalkan, dan validator yang bertanggung jawab akan dihukum, misalnya melalui mekanisme slashing yang mengakibatkan kehilangan jaminan (stake) mereka [1]. Sebaliknya, pihak yang berhasil mengungkap penipuan sering kali diberi imbalan, menciptakan insentif ekonomi untuk menjaga integritas jaringan.

Perbandingan dengan Solusi Penskalaan Lain

Dibandingkan dengan ZK-Rollups, yang menggunakan bukti kriptografi seperti zk-SNARKs atau zk-STARKs untuk membuktikan validitas transaksi secara instan, Optimistic Rollups menawarkan pendekatan yang lebih sederhana secara teknis namun dengan trade-off dalam waktu finalitas. ZK-Rollups memungkinkan finalitas hampir instan karena setiap batch disertai dengan bukti validitas yang diverifikasi sebelum diterima oleh blockchain utama. Sebaliknya, Optimistic Rollups memiliki waktu finalitas yang lebih lama karena harus menunggu periode tantangan berakhir tanpa adanya tantangan yang berhasil. Namun, keunggulan Optimistic Rollups terletak pada kompatibilitasnya yang tinggi dengan ekosistem Ethereum, khususnya dalam menjalankan kontrak pintar yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine, membuatnya lebih mudah diadopsi oleh pengembang aplikasi terdesentralisasi (aplikasi terdesentralisasi) yang sudah ada [6].

Implementasi dan Proyek Utama

Beberapa proyek besar telah mengadopsi teknologi Optimistic Rollups untuk meningkatkan skalabilitas ekosistem Ethereum. Optimism dan Arbitrum adalah dua contoh paling menonjol, keduanya menyediakan platform yang mendukung berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), pasar NFT, dan layanan lainnya. Base, yang dikembangkan oleh Coinbase, juga menggunakan teknologi ini untuk menawarkan jaringan lapisan dua yang aman dan hemat biaya bagi pengembang. Berdasarkan data, lebih dari 85% solusi lapisan dua menggunakan arsitektur berbasis Optimistic Rollups, menunjukkan penerimaan luasnya dalam ekosistem [7]. Selain itu, proyek seperti Optopia dibangun di atas infrastruktur OP Stack dari Optimism untuk lebih meningkatkan skalabilitas dan ketersediaan data.

Keuntungan bagi Pengguna dan Pengembang

Penggunaan Optimistic Rollups memberikan sejumlah keuntungan signifikan. Biaya transaksi dapat dikurangi hingga 90-99% dibandingkan dengan melakukan transaksi langsung di lapisan satu Ethereum, menjadikannya lebih terjangkau bagi pengguna individu dan interaksi mikro dalam aplikasi DeFi. Kecepatan transaksi juga meningkat secara dramatis, dengan banyak transaksi mendapatkan konfirmasi awal dalam hitungan detik, meskipun finalitas penuh memerlukan waktu tunggu selama periode tantangan [8]. Pengembang mendapat manfaat dari kompatibilitas tinggi dengan alat dan infrastruktur yang ada, memungkinkan migrasi aplikasi yang relatif mudah. Selain itu, pengguna tetap mendapatkan manfaat dari keamanan yang kuat dari jaringan Ethereum karena semua data transaksi tersedia dan dapat diverifikasi di blockchain utama, memastikan bahwa sistem tetap aman meskipun diproses di luar rantai.

Mekanisme Kerja dan Prinsip Optimistis

Optimistic Rollups adalah solusi penskalaan lapisan dua yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban pada blockchain seperti , sambil tetap mempertahankan keamanan jaringan inti. Mekanisme kerjanya didasarkan pada pendekatan "optimistis", yang memungkinkan transaksi diproses secara cepat dan murah di luar rantai, dengan asumsi bahwa semua transaksi tersebut valid kecuali dibuktikan sebaliknya. Pendekatan ini menggabungkan kecepatan dan skalabilitas dengan perlindungan keamanan dari blockchain utama melalui mekanisme yang terstruktur dan ekonomi insentif.

Prinsip Dasar: Asumsi Validitas Transaksi

Inti dari Optimistic Rollups adalah prinsip "optimistis", di mana semua transaksi yang diproses di luar rantai (off-chain) dianggap valid secara default [1]. Dalam konteks ini, transaksi tidak perlu diverifikasi satu per satu secara langsung di blockchain utama (Layer 1), yang merupakan proses yang mahal dan lambat. Sebaliknya, transaksi dikumpulkan dan diproses dalam batch oleh entitas yang disebut sequencer, yang kemudian mengirimkan hasil ringkas dari pemrosesan tersebut kembali ke Layer 1 [1]. Dengan menghindari verifikasi langsung, Optimistic Rollups dapat mencapai peningkatan throughput transaksi hingga 10 hingga 100 kali lipat dibandingkan dengan jaringan Ethereum murni, sekaligus secara signifikan mengurangi biaya transaksi untuk pengguna [1]. Pendekatan ini sangat efektif dalam mengatasi masalah kemacetan jaringan dan biaya gas yang tinggi yang sering terjadi pada jaringan blockchain publik yang padat.

Transaksi Batching dan Penyimpanan Data

Proses penskalaan dimulai dengan pengumpulan sejumlah besar transaksi oleh sequencer, yang kemudian menggabungkannya menjadi satu batch. Batch ini kemudian dikirimkan ke kontrak pintar kontrak pintar khusus di Layer 1. Data transaksi tersebut disimpan dalam bentuk ringkas, biasanya sebagai calldata atau dalam struktur data yang dikenal sebagai blob data, yang dirancang untuk efisiensi biaya [1]. Penyimpanan data ini sangat penting karena menjamin ketersediaan data (data availability), sebuah prinsip kunci yang memungkinkan pihak ketiga untuk memverifikasi integritas sistem kapan saja. Tanpa ketersediaan data yang terjamin, sistem akan rentan terhadap serangan penyembunyian data, di mana sequencer dapat menahan informasi yang diperlukan untuk mendeteksi penipuan [13]. Dengan menyimpan data secara transparan di Layer 1, Optimistic Rollups memastikan bahwa jaringan utama dapat selalu digunakan sebagai otoritas akhir untuk menyelesaikan sengketa.

Keamanan melalui Fraud Proof dan Challenge Period

Karena transaksi dianggap valid secara default, keamanan sistem tidak bergantung pada verifikasi proaktif, melainkan pada kemampuan untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan setelah kejadian. Mekanisme ini dikenal sebagai bukti penipuan (Fraud Proof). Setelah sequencer mengirimkan batch transaksi dan hasil pemrosesannya ke Layer 1, sebuah jendela waktu yang dikenal sebagai "Challenge Period" (periode tantangan) dimulai. Periode ini biasanya berlangsung sekitar tujuh hari [14]. Selama periode ini, pihak ketiga yang dikenal sebagai "watcher" atau validator dapat memantau batch yang diposting. Jika watcher mendeteksi transaksi yang tidak valid atau penipuan, mereka dapat mengajukan bukti penipuan ke kontrak pintar di Layer 1 [1].

Bukti penipuan ini berisi argumen kriptografi dan logika yang membuktikan bahwa transisi keadaan tertentu dalam batch tersebut melanggar aturan protokol. Jika bukti ini berhasil diverifikasi oleh kontrak pintar di Layer 1, maka transisi keadaan yang tidak valid akan dibatalkan, dan sequencer yang bertanggung jawab atas batch tersebut akan dihukum. Hukuman ini biasanya berupa mekanisme slashing, di mana sebagian atau seluruh jaminan (stake) yang telah dikunci oleh sequencer akan disita [4]. Sebaliknya, watcher yang berhasil mengungkap penipuan akan diberi hadiah sebagai insentif untuk menjaga integritas sistem [1]. Mekanisme ini menciptakan keseimbangan antara efisiensi dan keamanan, di mana sistem beroperasi dengan cepat secara default, tetapi memiliki mekanisme pengawasan yang kuat untuk mencegah penyalahgunaan.

Peran Sequencer dan Model Kepercayaan

Sequencer berperan sebagai "pengatur lalu lintas" dalam arsitektur Optimistic Rollups [18]. Tugas utamanya adalah mengumpulkan transaksi dari pengguna, mengurutkannya, mengeksekusinya, dan menghasilkan keadaan baru dari jaringan Layer 2 sebelum mengirimkan ringkasan ke Layer 1. Peran ini memungkinkan konfirmasi transaksi yang cepat dan latensi yang rendah, yang sangat meningkatkan pengalaman pengguna dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi DeFi dan pasar NFT [19]. Namun, karena sequencer sering kali bersifat terpusat atau semi-terpusat untuk efisiensi, hal ini menimbulkan potensi risiko seperti sensor atau manipulasi urutan transaksi (MEV). Untuk mengatasi hal ini, banyak proyek, seperti Optimism, sedang mengembangkan jaringan sequencer terdesentralisasi untuk meningkatkan ketahanan terhadap sensor dan memperkuat kepercayaan pada sistem [20].

Perbandingan dengan Solusi Lain dan Keunggulan Kompatibilitas

Dibandingkan dengan solusi penskalaan lainnya seperti ZK-Rollups, Optimistic Rollups menawarkan kompromi yang berbeda. ZK-Rollups menggunakan bukti kriptografi langsung (seperti zk-SNARKs) untuk membuktikan kevalidan transaksi sebelum diterima di Layer 1, yang memberikan finalitas instan. Namun, pendekatan ini jauh lebih kompleks secara komputasi dan sulit untuk diimplementasikan. Sebaliknya, Optimistic Rollups menawarkan finalitas yang lebih lambat karena periode tantangan, tetapi memiliki keunggulan besar dalam hal kompatibilitas. Mereka sepenuhnya kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine, yang berarti pengembang dapat dengan mudah memindahkan aplikasi terdesentralisasi aplikasi terdesentralisasi yang sudah ada dari Ethereum ke jaringan Layer 2 tanpa perlu menulis ulang kode secara signifikan [1]. Ini membuat Optimistic Rollups menjadi pilihan yang sangat menarik untuk adopsi massal dan pengembangan ekosistem yang cepat.

Keamanan melalui Fraud Proof dan Challenge Period

Keamanan dalam Optimistic Rollups tidak bergantung pada verifikasi langsung setiap transaksi, melainkan pada mekanisme yang dirancang untuk mendeteksi dan menghukum penipuan setelah terjadi. Pendekatan ini dikenal sebagai prinsip "optimistis", di mana semua transaksi dianggap valid secara default hingga terbukti sebaliknya. Keamanan jangka panjang dipertahankan melalui dua komponen utama: Fraud Proof (bukti penipuan) dan Challenge Period (periode tantangan). Kombinasi keduanya menciptakan sistem insentif ekonomi yang mencegah perilaku jahat sambil memanfaatkan keamanan dari blockchain lapisan satu seperti Ethereum.

Mekanisme Fraud Proof: Deteksi dan Verifikasi Penipuan

Fraud Proof adalah mekanisme inti yang memungkinkan pihak ketiga, seperti validator atau pengawas (watcher), untuk menantang transaksi yang dicurigai tidak valid. Ketika seorang validator (sering disebut sebagai sequencer) mengusulkan pembaruan status baru ke blockchain utama, sistem tidak langsung memverifikasi kebenarannya. Sebaliknya, sistem memungkinkan waktu bagi pihak-pihak yang jujur untuk memverifikasi secara independen. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak yang mengawasi dapat mengajukan Fraud Proof, yang berisi argumen kriptografis dan logis yang menunjukkan bahwa transisi status tertentu melanggar aturan protokol [1].

Proses verifikasi ini dapat dilakukan melalui protokol tantangan interaktif, di mana pihak yang menantang (challenger) dan validator yang membela (proposer) secara bertahap mempersempit titik kesalahan hingga ditemukan instruksi eksekusi tunggal yang salah [23]. Setelah kesalahan teridentifikasi, bukti akhirnya diverifikasi pada lapisan satu, dan jika terbukti sah, status yang tidak valid akan dibatalkan. Validator yang bertanggung jawab atas penipuan akan dihukum melalui mekanisme slashing, di mana jaminan keuangannya (stake) disita sebagai denda [24]. Sebaliknya, pengawas yang jujur yang berhasil mengungkap penipuan sering kali mendapatkan hadiah, menciptakan insentif ekonomi yang kuat untuk mempertahankan integritas sistem [1].

Challenge Period: Jendela Waktu untuk Keamanan

Challenge Period adalah periode waktu terbatas yang dimulai setelah batch transaksi diposting ke blockchain lapisan satu. Selama periode ini, yang secara tradisional berlangsung sekitar tujuh hari, pihak mana pun dapat mengajukan Fraud Proof jika mereka mendeteksi transaksi yang tidak valid [14]. Jendela waktu ini sangat penting karena memberikan kesempatan bagi pengawas untuk menganalisis status yang diajukan dan menanggapi jika diperlukan. Setelah periode tantangan berakhir tanpa tantangan yang berhasil, status tersebut dianggap final dan tidak dapat lagi diancam [27].

Keamanan Berbasis Insentif dan Data Availability

Keamanan sistem ini bergantung pada beberapa asumsi kritis. Pertama, asumsi bahwa setidaknya satu pihak yang jujur akan aktif memantau sistem, dikenal sebagai model "satu pihak yang jujur" (one-honest-party model) [1]. Selama ada satu pengawas yang jujur, sistem tetap aman. Kedua, ketersediaan data (data availability) adalah kunci. Semua data transaksi harus dipublikasikan secara transparan di blockchain lapisan satu, memungkinkan siapa pun untuk merekonstruksi status rollup dan membuat Fraud Proof jika diperlukan [13]. Tanpa jaminan ketersediaan data, validator jahat dapat menyembunyikan data dan mencegah pembuatan bukti penipuan.

Tantangan dan Perkembangan Terkini

Meskipun secara teori kuat, sistem Fraud Proof menghadapi tantangan praktis. Salah satunya adalah risiko serangan latensi (latency attacks), di mana validator jahat mungkin mencoba menekan atau menunda pengiriman Fraud Proof yang sah sehingga tidak dapat dikirim sebelum periode tantangan berakhir [30]. Selain itu, partisipasi verifikasi yang rendah bisa menjadi masalah jika insentif ekonomi tidak cukup untuk menarik pengawas yang memadai [31]. Untuk mengatasi hal ini, proyek seperti Optimism telah mengembangkan arsitektur Fault Proof modular berbasis OP Stack untuk membuat verifikasi lebih efisien [32]. Selain itu, pendekatan hibrida yang menggabungkan teknologi ZK-Rollups sedang dieksplorasi untuk mempercepat penyelesaian sengketa atau bahkan menggantikan periode tantangan yang lama dengan bukti validitas kriptografis [33].

Perbandingan dengan Solusi Penskalaan Lain

Optimistic Rollups berada dalam ekosistem yang kompetitif bersama berbagai solusi penskalaan blockchain lainnya, terutama ZK-Rollups, sidechain, dan Plasma. Setiap pendekatan memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri dalam hal keamanan, skalabilitas, finalitas, dan kompatibilitas. Perbandingan ini membantu memahami posisi unik Optimistic Rollups dalam strategi penskalaan Ethereum.

Perbedaan Utama dengan ZK-Rollups

Perbedaan paling signifikan antara Optimistic Rollups dan ZK-Rollups terletak pada mekanisme validasi dan model kepercayaan yang digunakan. Optimistic Rollups mengandalkan asumsi bahwa semua transaksi valid secara default, kecuali dibuktikan sebaliknya dalam periode tantangan (challenge period), yang biasanya berlangsung sekitar tujuh hari [1]. Keamanan dipertahankan melalui bukti penipuan, di mana validator atau pengawas dapat menantang transaksi yang dicurigai tidak valid [4].

Sebaliknya, ZK-Rollups menggunakan bukti kriptografi langsung, seperti bukti pengetahuan nol (zk-SNARKs atau zk-STARKs), untuk membuktikan keabsahan batch transaksi sebelum disimpan di lapisan satu. Ini berarti bahwa setiap pembaruan status harus diverifikasi secara kriptografis terlebih dahulu, yang menghilangkan kebutuhan akan periode tantangan dan menyediakan finalitas instan [6]. Akibatnya, ZK-Rollups menawarkan keamanan yang lebih kuat secara kriptografis, tetapi proses pembuatan bukti tersebut sangat intensif secara komputasi dan lebih mahal [37].

Dari segi kompatibilitas, Optimistic Rollups memiliki keunggulan karena lebih mudah diimplementasikan dan sangat kompatibel dengan aplikasi yang berjalan di Ethereum Virtual Machine. Hal ini memungkinkan migrasi yang mulus bagi pengembang aplikasi terdesentralisasi dari lapisan satu ke lapisan dua. Sementara itu, ZK-Rollups memerlukan penyesuaian signifikan dalam kode kontrak pintar untuk mendukung bukti kriptografi, yang dapat membatasi fleksibilitas pengembangan [38].

Perbedaan dengan Sidechain dan Plasma

Optimistic Rollups juga berbeda secara mendasar dari sidechain dan Plasma. Sidechain adalah blockchain independen yang terhubung ke Ethereum melalui jembatan, tetapi memiliki arsitektur keamanannya sendiri. Mereka menawarkan skalabilitas yang tinggi, namun keamanannya tidak langsung bergantung pada Ethereum. Jika sidechain diserang atau validatornya berkolusi, aset di dalamnya dapat berisiko, sehingga membuatnya kurang aman dibandingkan dengan solusi rollup [39].

Plasma, di sisi lain, adalah solusi lapisan dua awal yang menyimpan beberapa data transaksi di lapisan satu, tetapi memiliki mekanisme penarikan yang kompleks dan fungsionalitas yang terbatas. Misalnya, pengguna sering menghadapi waktu tunggu yang sangat lama untuk menarik aset mereka kembali ke Ethereum, dan kemampuan untuk menantang transaksi yang tidak valid lebih terbatas dibandingkan dengan Optimistic Rollups [1].

Sebaliknya, Optimistic Rollups menyimpan semua data transaksi di Ethereum, yang memastikan bahwa mereka mendapatkan perlindungan keamanan penuh dari jaringan inti. Ini membuat mereka lebih aman daripada sidechain dan lebih fleksibel daripada Plasma. Keunggulan ini menjadikan Optimistic Rollups sebagai pilihan yang lebih disukai bagi banyak proyek yang mengutamakan keamanan dan kompatibilitas [1].

Pertimbangan Keamanan dan Model Kepercayaan

Model keamanan Optimistic Rollups didasarkan pada asumsi game teoretis, yang mengandalkan insentif ekonomi untuk mendorong perilaku jujur. Sistem ini berfungsi dengan baik selama ada setidaknya satu pihak yang jujur yang secara aktif mengawasi jaringan dan siap menantang upaya penipuan [31]. Jika tidak ada pengawas yang aktif, maka sistem dapat menjadi rentan terhadap serangan. Insentif ini diperkuat oleh mekanisme slashing, di mana validator yang terbukti melakukan penipuan akan kehilangan jaminan mereka, sementara pelapor jujur bisa mendapatkan hadiah [24].

ZK-Rollups, sebaliknya, menggunakan model kepercayaan kriptografis. Keabsahan transaksi dibuktikan secara matematis melalui bukti validitas, yang berarti bahwa tidak ada kebutuhan untuk mengandalkan insentif perilaku manusia. Ini memberikan jaminan keamanan yang lebih kuat, meskipun dengan biaya komputasi yang lebih tinggi. Perbedaan ini menciptakan trade-off antara efisiensi dan keamanan: Optimistic Rollups lebih hemat biaya dan mudah diimplementasikan, sementara ZK-Rollups menawarkan finalitas yang lebih cepat dan keamanan yang lebih tinggi [44].

Aplikasi dan Penerimaan Pasar

Dari segi penerimaan pasar, Optimistic Rollups saat ini merupakan salah satu teknologi lapisan dua yang paling luas digunakan. Jaringan seperti Optimism dan Arbitrum telah menjadi tulang punggung bagi banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi dan pasar token non-fungible, menarik jutaan pengguna aktif setiap bulannya [45]. Diperkirakan lebih dari 85% solusi lapisan dua menggunakan arsitektur berbasis Optimistic Rollups, yang menunjukkan adopsi yang luas dalam ekosistem [7].

ZK-Rollups lebih cocok untuk kasus penggunaan yang membutuhkan privasi dan keamanan tinggi, seperti pertukaran terdesentralisasi yang mengutamakan kecepatan dan finalitas instan. Namun, tantangan teknis dalam pengembangan dan biaya operasional yang lebih tinggi telah memperlambat adopsi massalnya dibandingkan dengan Optimistic Rollups [47].

Secara keseluruhan, Optimistic Rollups menawarkan keseimbangan yang baik antara skalabilitas, keamanan, dan kemudahan penggunaan, menjadikannya solusi penskalaan yang sangat populer bagi pengembang dan pengguna yang ingin memanfaatkan kekuatan Ethereum tanpa mengorbankan biaya dan kecepatan transaksi [48].

Peran dan Fungsi Sequencer

Sequencer memainkan peran sentral dalam arsitektur Optimistic Rollups, bertindak sebagai "pengatur lalu lintas" atau koordinator utama dalam jaringan lapisan dua. Fungsi utamanya adalah mengumpulkan, mengurutkan, mengeksekusi, dan mengirimkan transaksi dari pengguna ke blockchain utama (Ethereum) dalam bentuk batch. Dengan mengelola alur transaksi secara efisien, sequencer memungkinkan kecepatan transaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan langsung di lapisan satu [18]. Proses ini dimulai ketika sequencer menerima transaksi dari pengguna di jaringan Layer 2, lalu mengurutkannya berdasarkan algoritma tertentu, mengeksekusi perubahan status, dan akhirnya menghasilkan batch transaksi yang akan dikirimkan kembali ke lapisan satu untuk disimpan secara permanen [50].

Pengelolaan Transaksi dan Peningkatan Efisiensi

Sequencer bertanggung jawab atas pengelolaan transaksi secara keseluruhan, termasuk urutan eksekusi dan waktu konfirmasi. Karena sequencer mengurutkan transaksi secara sentral atau semi-sentral, pengguna dapat menerima konfirmasi awal (preconfirmation) dalam hitungan detik, bahkan dalam beberapa ratus milidetik, seperti yang diterapkan oleh Optimism [51]. Kecepatan ini sangat meningkatkan pengalaman pengguna dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi, pasar NFT, dan aplikasi Web3, di mana latensi rendah sangat penting. Namun, konsentrasi kekuasaan ini juga membawa potensi risiko seperti kemungkinan penyensoran transaksi atau manipulasi urutan transaksi (MEV - Maximal Extractable Value), yang dapat dimanfaatkan oleh sequencer untuk keuntungan pribadi [52].

Pengiriman Batch ke Layer 1 dan Transparansi

Setelah transaksi dikumpulkan dan dieksekusi, sequencer mengirimkan batch tersebut ke kontrak pintar di lapisan satu. Data ini biasanya disimpan dalam bentuk calldata atau melalui penyimpanan blob data untuk mengurangi biaya gas, sesuai dengan perkembangan seperti EIP-4844 [1]. Proses pengiriman ini bersifat transparan, sehingga semua pihak dalam jaringan dapat memverifikasi data yang dikirimkan. Jika ditemukan ketidaksesuaian atau upaya penipuan, pihak ketiga dapat mengajukan bukti penipuan selama periode tantangan [54]. Dengan demikian, sequencer tidak memiliki kekuatan mutlak; aksinya tetap berada di bawah pengawasan jaringan yang terdesentralisasi, memastikan bahwa meskipun prosesnya cepat, keamanan tetap terjaga oleh konsensus blockchain utama.

Perkembangan Menuju Desentralisasi

Untuk mengatasi risiko sentralisasi, berbagai proyek sedang mengembangkan jaringan sequencer yang lebih terdesentralisasi. Sebagai contoh, Optimism bermitra dengan Flashbots untuk meningkatkan kecepatan dan transparansi proses sequencer, serta mengurangi kemungkinan penyensoran [20]. Pendekatan baru seperti "Based Rollups" bahkan bertujuan untuk mengintegrasikan proses sequencer langsung ke dalam mekanisme pembuatan blok di Ethereum, sehingga menghilangkan ketergantungan pada entitas sequencer terpusat [56]. Selain itu, arsitektur modular seperti OP Stack memungkinkan pengembangan sequencer yang dapat disesuaikan dan lebih aman, mendukung evolusi jangka panjang dari ekosistem Layer 2 [57]. Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun sequencer saat ini berperan sebagai komponen kunci yang semi-terpusat, arah masa depan menuju desentralisasi yang lebih besar untuk meningkatkan ketahanan dan kepercayaan dalam sistem.

Interaksi dengan Lapisan Satu (Layer 1)

Interaksi antara Optimistic Rollups dan lapisan satu (Layer 1) merupakan inti dari arsitektur penskalaan ini, memungkinkan peningkatan efisiensi tanpa mengorbankan keamanan jaringan inti seperti . Transaksi diproses di luar rantai (off-chain) pada lapisan dua, tetapi hasilnya secara teratur dikirim kembali ke blockchain utama (on-chain) dalam bentuk batch terkompresi. Proses ini menciptakan keseimbangan antara skalabilitas dan kepercayaan, dengan memanfaatkan keamanan dari konsensus Proof-of-Stake Ethereum sambil mengurangi beban komputasi langsung pada jaringan utama [1].

Peran Kontrak Pintar pada Lapisan Satu

Kontrak pintar pada lapisan satu berperan sebagai jembatan antara jaringan utama dan Optimistic Rollup, mengelola keadaan (state) dan memfasilitasi perpindahan aset. Kontrak pintar khusus, dikenal sebagai Rollup Contract, menerima dan menyimpan state root — representasi kriptografis dari keadaan terkini jaringan lapisan dua. Meskipun transaksi dieksekusi di luar rantai, hasilnya diasumsikan valid secara default, namun tetap dapat diperdebatkan selama periode tertentu. Jika seorang validator mendeteksi perubahan keadaan yang tidak valid, mereka dapat mengajukan Fraud Proof untuk menantang entri tersebut [59].

Selain itu, kontrak jembatan (bridge contracts) mengelola deposit dan penarikan antara lapisan satu dan dua. Ketika pengguna melakukan deposit dari Ethereum ke jaringan Optimistic Rollup, dana tersebut dikunci di kontrak jembatan lapisan satu, sementara token setara dicetak (minted) di lapisan dua. Sebaliknya, proses penarikan memerlukan mekanisme yang lebih kompleks karena kebutuhan akan keamanan tambahan. Setelah pengguna memulai penarikan, dana akan masuk ke dalam periode tantangan, dan hanya dapat dirilis di lapisan satu setelah periode tersebut berakhir tanpa tantangan yang berhasil [60].

Penyimpanan Data dan Ketersediaan Data

Ketersediaan data (data availability) merupakan prinsip kunci dalam keamanan Optimistic Rollups. Semua data transaksi harus dipublikasikan dan tersedia di lapisan satu agar validator pihak ketiga dapat memverifikasi kebenaran keadaan dan mengajukan bukti penipuan jika diperlukan. Data ini biasanya disimpan dalam bentuk calldata dari transaksi Ethereum, yang merupakan bagian dari transaksi yang tidak memicu eksekusi kontrak tetapi tetap tercatat secara permanen di blockchain [1].

Untuk mengurangi biaya penyimpanan data, Optimistic Rollups modern telah mengadopsi penggunaan blob data melalui EIP-4844, juga dikenal sebagai Proto-Danksharding. Blob memungkinkan penyimpanan data dalam jumlah besar dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan calldata tradisional, secara signifikan menurunkan biaya operasional rollup [1]. Meskipun blob tidak dapat dibaca oleh kontrak pintar secara langsung, mereka tetap memenuhi persyaratan ketersediaan data karena dapat diakses oleh node penuh dan digunakan oleh sistem verifikasi off-chain.

Finalitas dan Mekanisme Tantangan

Finalitas transaksi di Optimistic Rollup bersifat dua tahap. Sementara konfirmasi transaksi di lapisan dua terjadi dalam hitungan detik, finalitas penuh — terutama untuk penarikan — hanya tercapai setelah periode tantangan (challenge period) berakhir, biasanya sekitar tujuh hari. Selama periode ini, validator independen dapat mengamati batch transaksi yang diajukan dan menguji kebenarannya. Jika ditemukan ketidaksesuaian, mereka dapat mengajukan Fraud Proof untuk membuktikan bahwa perubahan keadaan tertentu tidak sesuai dengan eksekusi transaksi yang benar [14].

Jika bukti penipuan diterima dan divalidasi di lapisan satu, keadaan yang tidak valid akan dibatalkan, dan validator yang mengusulkan keadaan tersebut akan dihukum melalui mekanisme slashing, di mana jaminan (stake) mereka disita [64]. Pengajuan bukti penipuan yang berhasil sering kali dihargai, menciptakan insentif ekonomi bagi pihak ketiga untuk secara aktif mengawasi jaringan. Proses ini menjamin bahwa selama setidaknya satu validator jujur aktif, integritas sistem tetap terjaga meskipun sebagian besar partisipan bersikap pasif [1].

Interoperabilitas dan Pesan Lintas Domain

Komunikasi antara lapisan satu dan dua dilakukan melalui sistem pesan lintas domain (cross-domain messaging). Protokol seperti Cross Domain Messenger (CDM) memungkinkan pengiriman pesan yang aman dan terverifikasi antara kedua lapisan, mendukung bukan hanya transfer aset tetapi juga panggilan fungsi kontrak pintar lintas rantai. Pesan ini dapat mengandung data apa pun, seperti instruksi eksekusi atau pembaruan keadaan, dan dilengkapi dengan pengenal unik untuk mencegah serangan pemutaran ulang (replay attacks) [66].

Meskipun sistem ini memungkinkan interoperabilitas yang kuat, keberadaan periode tantangan menciptakan latensi dalam komunikasi. Pesan dari lapisan dua ke lapisan satu tidak langsung final, karena harus menunggu berakhirnya periode tantangan sebelum dianggap sepenuhnya aman. Untuk mengatasi keterbatasan ini, proyek-proyek seperti Optimism dan Arbitrum telah mengembangkan standar seperti SuperchainERC20 untuk memfasilitasi pergerakan token yang mulus di seluruh ekosistem OP Stack, mempromosikan visi "superchain" di mana banyak jaringan lapisan dua dapat beroperasi secara terkoordinasi [67].

Proyek dan Implementasi Utama

Optimistic Rollups telah menjadi tulang punggung dalam strategi penskalaan blockchain , dengan sejumlah proyek besar mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan kinerja, mengurangi biaya, dan memperluas aksesibilitas aplikasi terdesentralisasi (aplikasi terdesentralisasi). Implementasi utama ini tidak hanya mendemonstrasikan efektivitas teknologi, tetapi juga mendorong adopsi massal di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), pasar , dan ekosistem Web3 secara keseluruhan. Proyek-proyek terkemuka seperti , , dan Base telah membangun infrastruktur yang kuat, menarik jutaan pengguna dan mengelola miliaran dolar dalam nilai terkunci (). Selain itu, perkembangan arsitektural seperti dan integrasi dengan standar lintas rantai memperkuat posisi Optimistic Rollups sebagai solusi penskalaan yang fleksibel dan dapat disesuaikan.

Optimism: Arsitektur Modular dan Ekosistem Superchain

adalah salah satu pelopor dalam penerapan Optimistic Rollup, yang awalnya dikenal sebagai Optimistic Ethereum. Platform ini beroperasi sebagai jaringan lapisan dua yang sepenuhnya kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine, memungkinkan pengembang memindahkan kontrak pintar (kontrak pintar) dari ke Optimism dengan sedikit atau tanpa perubahan kode [68]. Optimism menggunakan arsitektur yang disebut , kerangka kerja modular dan sumber terbuka yang memungkinkan pembuatan jaringan Layer-2 dan Layer-3 yang dapat disesuaikan [57]. Inisiatif utama Optimism adalah membangun "Superchain", sebuah jaringan interoperabel dari blockchain yang dibangun di atas OP Stack, yang memungkinkan komunikasi lintas rantai yang mulus melalui protokol pesan lintas domain (). Sejak peluncuran upgrade Bedrock, Optimism telah mengoptimalkan biaya data dan meningkatkan efisiensi verifikasi [70]. Sebagai bukti adopsi, aplikasi berbasis Optimism seperti World Chain telah memproses lebih dari 275 juta transaksi dan mendukung jutaan dompet aktif [71]. Proyek ini juga sedang mengembangkan OP Succinct, mesin bukti berbasis ZK-Rollups, untuk mengintegrasikan keamanan kriptografi langsung ke dalam ekosistemnya [72].

Arbitrum: Pemimpin dalam Nilai Terkunci dan Inovasi Keamanan

merupakan salah satu solusi Optimistic Rollup yang paling dominan, sering kali memimpin dalam hal nilai terkunci (TVL) di antara semua jaringan Layer-2. Dikembangkan oleh Offchain Labs, Arbitrum menggunakan pendekatan multi-langkah dalam sistem bukti penipuannya, yang dikenal sebagai "interaktif verifikasi game" atau "BoLD" (Bounded Liquidity Delay), untuk secara efisien menyelesaikan sengketa dan mengurangi beban verifikasi pada jaringan inti [73]. Keunggulan Arbitrum terletak pada arsitektur Nitro-nya, yang memisahkan fungsi pengurutan (sequencing) dari eksekusi, memungkinkan peningkatan throughput dan fleksibilitas [74]. Pada Maret 2026, Arbitrum mencatat sekitar 168.700 pengguna aktif harian dan 2,5 juta pengguna aktif bulanan, menunjukkan penerimaan yang kuat dari komunitas [45]. Platform ini telah menjadi rumah bagi protokol DeFi utama seperti , , dan , yang memanfaatkan biaya transaksi yang rendah dan kecepatan tinggi [76]. Arbitrum secara aktif mengembangkan mekanisme bukti penipuan tanpa izin (permissionless), memperkuat dekentralisasi dan keamanan jaringan. Dengan TVL sekitar 3,85 miliar dolar AS, Arbitrum mempertahankan posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem Ethereum [77].

Base: Jaringan Layer-2 oleh Coinbase

Base adalah jaringan Layer-2 yang dikembangkan oleh raksasa pertukaran kripto , yang juga didasarkan pada teknologi Optimistic Rollup dan dibangun di atas OP Stack [78]. Tujuan utama Base adalah untuk menjadi platform yang aman, hemat biaya, dan ramah pengguna bagi pengembang dan pengguna Web3. Sebagai bagian dari ekosistem Coinbase, Base memiliki akses langsung ke basis pengguna yang sangat besar, yang mempercepat adopsi massal. Jaringan ini telah menarik lebih dari 4 miliar dolar AS dalam deposit, menunjukkan kepercayaan pasar yang signifikan [79]. Base berfokus pada membangun infrastruktur untuk aplikasi keuangan, sosial, dan hiburan, serta berpartisipasi dalam visi Superchain Optimism untuk menciptakan ekosistem blockchain yang terhubung secara luas. Dengan dukungan dari perusahaan terkemuka di industri ini, Base memainkan peran penting dalam membawa teknologi blockchain ke audiens yang lebih luas dan mempercepat integrasi Web3 ke dalam layanan keuangan tradisional.

Proyek Lain dan Perkembangan Terkini

Selain tiga pemain utama, sejumlah proyek lain juga memanfaatkan teknologi Optimistic Rollup. adalah contoh lain yang dibangun di atas OP Stack, yang bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas dan ketersediaan data (data availability) [80]. Perkembangan terbaru menunjukkan tren menuju hibridisasi, di mana proyek-proyek mengeksplorasi integrasi antara Optimistic Rollup dan teknologi ZK-Rollups untuk menciptakan solusi yang menggabungkan kecepatan Optimistic Rollup dengan keamanan kriptografi langsung dari ZK-Rollups [33]. Selain itu, proyek-proyek seperti Kinto sedang mengembangkan jaringan Layer-2 yang memenuhi persyaratan KYC (Know Your Customer), yang bertujuan untuk mematuhi regulasi seperti di Uni Eropa [82]. Perkembangan ini menunjukkan bahwa ekosistem Optimistic Rollup terus berkembang, tidak hanya dalam hal skala tetapi juga dalam inovasi arsitektural dan kesiapan regulasi.

Tantangan dan Masa Depan Optimistic Rollups

Optimistic Rollups telah menjadi pilar penting dalam strategi penskalaan , menawarkan peningkatan signifikan dalam kecepatan transaksi dan penurunan biaya. Namun, meskipun sukses diadopsi oleh proyek-proyek besar seperti Optimism dan Arbitrum, teknologi ini menghadapi sejumlah tantangan struktural dan ekosistem yang harus diatasi untuk mencapai potensi penuhnya. Masa depannya bergantung pada kemampuan untuk mengatasi keterbatasan dalam finalitas, keamanan, dan interoperabilitas, sambil mempertahankan kompatibilitas dan efisiensi.

Tantangan Keamanan dan Model Kepercayaan

Salah satu tantangan terbesar dari Optimistic Rollups adalah ketergantungannya pada model keamanan berbasis permainan (game-theoretic) yang mengandalkan asumsi bahwa setidaknya satu pihak jujur akan mengawasi sistem. Keamanan dipertahankan melalui mekanisme bukti penipuan, di mana validator atau pengawas dapat menantang transaksi yang dicurigai tidak valid selama periode tantangan (challenge period) [1]. Namun, model ini rentan terhadap serangan jika partisipasi pengawas rendah atau jika insentif ekonomi tidak cukup menarik untuk memotivasi pengawasan aktif [84].

Risiko utama termasuk serangan latensi (latency attacks), di mana aktor jahat dapat menunda atau menyensor pengiriman bukti penipuan, memungkinkan transaksi yang tidak valid menjadi final setelah periode tantangan berakhir [30]. Selain itu, tingginya biaya untuk menghasilkan dan mengirimkan bukti penipuan dapat mengurangi insentif bagi pengawas, menciptakan "dilema insentif" yang dapat melemahkan keamanan sistem secara keseluruhan [86]. Dalam praktiknya, keandalan bukti penipuan sangat bergantung pada aktivitas pengawas dan efisiensi mekanisme resolusi sengketa, yang masih berkembang, terutama di proyek seperti Optimism yang baru-baru ini mengimplementasikan bukti kesalahan (fault proof) yang dapat diakses oleh siapa saja [32].

Periode Tantangan dan Finalitas yang Tertunda

Waktu hingga finalitas (time-to-finality) merupakan tantangan utama lainnya. Meskipun transaksi dikonfirmasi dalam hitungan detik di lapisan dua (L2), finalitas penuh—terutama untuk penarikan kembali ke lapisan satu (L1)—memerlukan waktu tunggu selama periode tantangan, yang biasanya berlangsung selama tujuh hari [88]. Waktu tunggu ini diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada bukti penipuan yang diajukan, tetapi hal ini sangat memengaruhi pengalaman pengguna dan likuiditas.

Dibandingkan dengan solusi seperti ZK-Rollups, yang menawarkan finalitas hampir instan melalui bukti validitas kriptografis, Optimistic Rollups terlihat kurang kompetitif dalam hal kecepatan penarikan [6]. Untuk mengatasi keterbatasan ini, layanan jembatan likuiditas seperti Across, Connext, atau Synapse menawarkan penarikan cepat (fast withdrawals) dengan menyalurkan likuiditas terlebih dahulu dan mengenakan biaya layanan [90]. Namun, solusi ini memindahkan risiko ke operator jembatan dan dapat memperkenalkan vektor serangan baru, seperti kegagalan pihak ketiga [91].

Fragmentasi dan Tantangan Interoperabilitas

Seiring berkembangnya ekosistem, fragmentasi antar berbagai jaringan Optimistic Rollups menjadi perhatian. Meskipun arsitektur seperti OP Stack bertujuan untuk menciptakan "superchain" yang saling beroperasi, kenyataannya masih terfragmentasi karena perbedaan versi kontrak jembatan, protokol pesan, dan mekanisme pengiriman [92]. Hal ini menyulitkan pengembang dalam membangun aplikasi yang dapat beroperasi lintas jaringan secara mulus.

Komunikasi antar lapisan (cross-domain messaging) melalui kontrak seperti L1CrossDomainMessenger memungkinkan transfer pesan dan aset antara L1 dan L2, tetapi prosesnya tidak instan dan tetap terikat pada periode tantangan [66]. Selain itu, nilai yang dapat dimaksimalkan (MEV) lintas rollup dapat membahayakan jaminan keamanan, karena aktor jahat dapat mencoba memanipulasi urutan transaksi untuk keuntungan pribadi [94].

Tantangan Regulasi dan Kepatuhan

Dari perspektif regulasi, Optimistic Rollups di Uni Eropa menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Meskipun teknologinya sendiri tidak diatur secara eksplisit, token dan layanan yang dibangun di atasnya tunduk pada peraturan seperti MiCAR (Markets in Crypto-Assets Regulation) [95]. Token yang diterbitkan di L2 diklasifikasikan berdasarkan fungsinya—baik sebagai kripto-aset, token utilitas, atau token yang merujuk pada aset (ART)—dan tunduk pada persyaratan yang sama seperti token di L1 [96].

Penerapan kewajiban AML/KYC, terutama "Travel Rule", menjadi rumit karena arsitektur off-chain. Karena data transaksi dikompresi dan dikirim ke L1, informasi identitas pengguna tidak selalu termasuk dalam data tersebut, menyulitkan pelacakan dan pelaporan transaksi mencurigakan [97]. Solusi seperti jaringan L2 ber-KYC, seperti yang diusulkan oleh Kinto, mungkin diperlukan untuk memenuhi kewajiban regulasi [82].

Masa Depan: Hybrid Rollups dan Inovasi Teknologi

Masa depan Optimistic Rollups kemungkinan besar akan melibatkan pendekatan hibrida yang menggabungkan keunggulan dari teknologi lain. Salah satu arah utama adalah integrasi bukti kriptografis, seperti yang diusulkan oleh OP Succinct, yang memungkinkan penggunaan bukti keberadaan nol (ZKPs) untuk memverifikasi keabsahan keadaan tanpa memerlukan periode tantangan yang panjang [99]. Pendekatan hibrida ini dapat secara dramatis mempercepat finalitas dan mengurangi ketergantungan pada pengawasan aktif, sambil mempertahankan kompatibilitas Ethereum Virtual Machine yang tinggi [33].

Selain itu, peningkatan dalam mekanisme bukti kesalahan, seperti sistem bukti interaktif multi-putaran di Arbitrum (BoLD), memungkinkan verifikasi yang lebih efisien dan murah [73]. Pengembangan data blob (blobs) melalui EIP-4844 juga secara signifikan mengurangi biaya penyimpanan data, membuka jalan bagi skalabilitas yang lebih besar [102]. .

Dengan terus mengatasi tantangan keamanan, finalitas, dan regulasi melalui inovasi teknologi dan kolaborasi ekosistem, Optimistic Rollups tetap menjadi kandidat kuat untuk mendukung adopsi massal aplikasi terdesentralisasi, terutama dalam ekosistem DeFi dan Web3.

Referensi